Jakarta, IDN Times – Masyarakat Kampung Adat Enggros di pesisir Teluk Youtefa, Papua, terus menghadapi masalah lingkungan akibat penumpukan sampah yang terbawa arus dari empat sungai besar di sekitarnya. Kondisi ini menurunkan hasil tangkapan nelayan hingga 40 persen dan merusak kawasan mangrove yang menjadi sumber pangan harian warga.
Sejak 2017, warga Enggros mendapatkan pendampingan melalui program Kampung Berseri Astra. Program itu menyasar empat bidang, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Tujuannya memperkuat fondasi keluarga, memulihkan ekosistem pesisir, serta membuka peluang ekonomi berbasis potensi kampung.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro mengatakan, penguatan kampung adat seperti Enggros penting untuk menjaga ketahanan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kampung Berseri Astra fokus mendukung merawat kekuatan Indonesia dari titik-titik yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Setiap kampung memiliki kearifan, ketahanan, dan harapan yang—jika diberi ruang—akan tumbuh menjadi energi kemajuan. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi kehidupan sosial dan ekonomi desa untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujarnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Sabtu (29/11/2025).
Perubahan di Enggros kini mulai terlihat, baik dari sisi lingkungan maupun kesejahteraan keluarga. Beberapa warga bahkan menjadi penggerak gerakan sosial yang lebih luas, seperti Petronela Merauje yang memimpin kelompok perempuan dalam memulihkan mangrove dan meningkatkan pendapatan keluarga.
