Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus Air Keras Andrie Yunus, RSCM Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
Penampakan tubuh Andrie Yunus usai disiram air keras (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • RSCM fokus mempertahankan fungsi bola mata kanan Andrie Yunus dan mengendalikan inflamasi setelah insiden penyiraman air keras yang dialaminya pada 12 Maret 2026.
  • Tim medis menemukan iskemia di sekitar 40 persen area bawah sklera serta penipisan progresif pada kornea, sehingga dilakukan operasi terpadu dengan pemindahan jaringan dan pemasangan membran amnion.
  • Andrie masih dalam pengawasan ketat tim multidisiplin, dengan evaluasi lanjutan dijadwalkan pada 28 Maret 2026 untuk memantau perkembangan penyembuhan luka dan kondisi matanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) melaporkan kondisi terbaru aktivis KontraS, Andrie Yunus yang masih dalam pemantauan intensif. RSCM menjelaskan, saat ini fokus utama adalah mempertahankan fungsi bola mata kanan dan mengendalikan inflamasi.

“Tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki permukaan bola mata dan mendukung proses penyembuhan jaringan yang lebih optimal,” tulis RSCM dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (27/3/2026).

1. Ada kekurangan aliran darah sekitar 40 persen area bawah sklera mata kanan

Kepala Divisis Hukum KontraS, Andrie Yunus ketika menyampaikan surat penolakan terbuka revisi UU TNI. (IDN Times/Santi Dewi)

RSCM mengatakan, selama tiga hari terakhir tim medis menemukan kondisi iskemia atau kekurangan aliran darah pada sekitar 40 persen area bawah sklera mata kanan. Kondisi ini menyebabkan penipisan jaringan sehingga diperlukan tindakan lanjutan untuk menjaga struktur mata dan mendukung penyembuhan.

Andrie menjalani operasi terpadu pada Rabu (25/3/2026) pukul 10.00 WIB di Kamar Operasi Kencana yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik. Pada prosedur tersebut, tim dokter mata melakukan pemindahan jaringan dari bagian dalam mata untuk menutup area terbuka, penempelan membran amnion, serta pemasangan kembali lensa pelindung.

2. Ada penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang jadi korban penyiraman air keras (di tengah). (IDN Times/Santi Dewi)

Selama operasi, tim juga menemukan penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif di bagian atas hingga sisi luar mata kanan akibat proses inflamasi yang masih berlangsung. Untuk mengatasinya, dilakukan penambahan membran amnion serta penjahitan sementara kelopak mata guna melindungi permukaan mata.

Dari sisi bedah plastik, dilakukan pembersihan jaringan mati lanjutan atau debridement, serta cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak sebagai bagian dari percepatan penyembuhan luka bakar.

3. Andrie masih dalam pengawasan ketat tim medis

Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus. (Dok. ICW)

RSCM menyatakan, evaluasi lanjutan terhadap kondisi luka akan dilakukan pada Sabtu (28/3/2026). Saat ini, Andrie masih dalam pengawasan ketat tim medis multidisiplin dengan penanganan komprehensif dan berkelanjutan.

Rumah sakit menegaskan komitmennya memberikan layanan medis optimal dan profesional, serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kepada tim medis.

Andrie Yunus disiram air keras pada Kamis, 12 Maret 2026 oleh orang tak dikenal yang diketahui merupakan anggota TNI. Saat kejadian, dia baru saja pulang melakukan rekaman siniar bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia." Kegiatan itu berlangsung di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat.

Editorial Team