Jakarta, IDN Times - Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, kini menjadi sorotan internasional. Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menekankan penanganan perkara harus dilakukan serius tanpa reduksi maupun distorsi untuk menjaga kepercayaan publik dan global.
Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan mengatakan, perhatian ini mencuat seiring pemantauan dari Komisioner Tinggi HAM PBB dan Pelapor Khusus PBB terhadap perkembangan kasus tersebut.
“Kasus ini merupakan batu uji atas kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia, untuk itu harus dipastikan tidak terjadi reduksi maupun distorsi dalam kasus ini,” ujar Munafrizal.
