Jakarta, IDN Times - Peperangan antara Iran dan Israel yang sempat berlangsung selama hampir dua pekan turut menjadi perhatian publik di Tanah Air. Baik Iran dan Israel saling memamerkan kemampuan lewat serangan udara.
Iran mengirimkan ribuan rudal balistik dan hipersonik ke wilayah udara Israel. Sedangkan, kubah besi milik militer Israel tidak lagi efektif untuk melindungi wilayah udaranya sebab sejumlah rudal milik Iran berhasil menemus ibu kota Tel Aviv.
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, Indonesia siap dalam mengantisipasi kondisi geopolitik di Timur Tengah. Tetapi, sebelum pecah pertempuran, pembicaraan diplomatik tetap diutamakan lebih dulu.
"Panglima TNI dan kepala staf angkatan tetap melaksanakan hubungan secara diplomatik militer dengan panglima tentara di beberapa negara. Apakah kita yang berkunjung ke sana atau panglima atau kepala staf angkatan dari negara lain yang berkunjung ke Indonesia," ujar Agus ketika menjawab pertanyaan IDN Times pada Kamis (3/7/2025).
Selain itu, untuk memperkuat kemampuan tempur, prajurit TNI juga menggelar beberapa latihan dengan negara lain. Pertukaran pelajar pun juga dilakukan oleh Indonesia dengan sejumlah negara.
"Kami ada (kerja sama) dengan 26 negara. Jadi, kami mengirim (prajurit) sekolah dari level kapten sampai Lemhanas ke beberapa negara yang ada di Indonesia," tutur dia.
Begitu pula TNI yang menerima personel militer dari negara-negara kawasan Asia Tenggara atau Asia Pasifik ke Indonesia untuk mengikuti pendidikan yang sama.