Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dirjen Haji Dan Petugas Haji sortir kartu Nusuk/ dok Kemenag
ILUSTRASI - Dirjen Haji Dan Petugas Haji sortir kartu Nusuk/ dok Kemenag

Intinya sih...

  • Tim Dokumen Kemenhaj bekerja 24 jam untuk pemvisaan haji 2026

  • Tambah personel dan dua shift kerja untuk memastikan verifikasi dokumen tepat waktu

  • Dokumen-dokumen diunggah ke Siskohat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Subdirektorat (Subdit) Dokumen dan Perlengkapan Haji Kementerian Agama RI memberlakukan sistem kerja 24 jam demi menuntaskan proses pemvisaan jemaah haji tahun 2026. Langkah ini diambil guna mengejar tenggat waktu penyelesaian verifikasi dokumen yang jatuh pada 8 Februari 2026.

1. Tambah personel

ILUSTRASI - Petugas haji saat menyortir kartu nusuk jemaah haji di kantor Dakker Makkah, Arab Saudi, 29 Mei 2025. (Media Center Haji 2025)

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji, Khairunnaim, mengungkapkan bahwa pihaknya menambah jumlah personel guna memastikan seluruh dokumen jemaah terverifikasi tepat waktu. Sebanyak 85 tenaga pendukung (Temus) dikerahkan, meningkat dari jumlah biasanya yang hanya berkisar 70 orang.

"Karena waktu kita mepet, tanggal 8 Februari ini harus selesai. Jadi kami harus bekerja 24 jam, bahkan di hari libur pun kami tetap masuk dengan sistem dua shift," ujar Khairunnaim saat meninjau proses verifikasi dokumen di Jakarta.

2. Bekerja dua shift dalam 24 jam

ilustrasi paspor Indonesia (unsplash.com/bady abbas)

Koordinator Sekretariat Tim Tenaga Pendukung, Septi Nurisma, menjelaskan pembagian kerja tim dibagi secara intensif. Shift pertama bekerja mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, sementara shift kedua melanjutkan tugas dari pukul 20.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya.

Proses verifikasi ini merupakan tahap krusial sebelum visa jemaah diterbitkan. Anggota Tim Tenaga Pendukung, Shirvan, merinci bahwa pemeriksaan meliputi kesesuaian halaman pertama paspor, pasfoto terbaru, hingga penambahan halaman endorsement bagi jemaah yang hanya memiliki satu suku kata pada namanya.

3. Ditopang oleh Siskohat

Simulasi pelayanan jemaah yang kehilangan paspor bagi PPIH (Dok. Media Center Haji)

Dokumen-dokumen tersebut sebelumnya telah diunggah oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi dan Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota ke dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

"Target kami besok malam seluruh data jemaah haji sudah terverifikasi semuanya. Kami sangat membutuhkan dukungan data dari rekan-rekan di daerah agar proses ini berjalan lancar," tambah Khairunnaim.

Upaya kerja keras tim dokumen ini pun mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dalam kunjungannya, Dahnil memberikan semangat kepada para petugas yang sedang berjaga.

"Oke deh, semangat ya. Terima kasih semuanya," pungkas Dahnil sebelum menutup kunjungannya.

Editorial Team