Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemarau Panjang, Pramono Instruksikan Setiap RW DKI Miliki APAR
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di acara bedah rumah di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewajibkan setiap RW memiliki minimal satu APAR untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau panjang.
  • BMKG melaporkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami Hari Tanpa Hujan yang semakin panjang, bahkan beberapa daerah mencatat kategori ekstrem lebih dari 60 hari.
  • Fenomena El Niño masih aktif dan memperkuat kondisi atmosfer kering, meningkatkan potensi kekeringan serta kebakaran di berbagai wilayah selama puncak musim kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
21 Juli 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan setiap RW di Jakarta memiliki minimal satu APAR untuk antisipasi kebakaran selama musim kemarau. Ia menyampaikan hal ini di Jakarta Selatan dan meminta warga ikut menjaga lingkungan, terutama di kawasan padat seperti Tambora dan Cakung.

musim kemarau tahun ini

BMKG memprediksi musim kemarau akan berlangsung lebih panjang dan kering sehingga potensi kebakaran meningkat di berbagai wilayah Indonesia.

kini

BMKG melaporkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami hari tanpa hujan dengan durasi panjang, bahkan ekstrem lebih dari 60 hari. Fenomena El Niño masih aktif dan meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur DKI Jakarta menginstruksikan setiap Rukun Warga (RW) di wilayah DKI untuk memiliki minimal satu alat pemadam api ringan (APAR) guna mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau panjang.
  • Who?
    Instruksi disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dengan dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan berdasarkan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
  • Where?
    Kebijakan ini diterapkan di seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta, termasuk kawasan padat penduduk seperti Tambora dan Cakung yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa, 21 Juli 2026, saat musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang dan kering menurut analisis terbaru BMKG.
  • Why?
    Kebijakan ini dikeluarkan karena potensi kebakaran meningkat akibat kondisi kemarau panjang dan kering yang diperkuat fenomena El Niño serta berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
  • How?
    Pemerintah daerah melalui BPBD melakukan sosialisasi kepada warga agar setiap RW menyediakan APAR serta mengajak masyarakat aktif menjaga lingkungan untuk mencegah kebakaran di permukiman padat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sekarang lagi kemarau panjang dan panas sekali. Pak Gubernur Pramono bilang tiap RW di Jakarta harus punya alat pemadam api kecil supaya kalau ada api bisa cepat padam. BMKG bilang hujan jarang turun, tanah jadi kering, bisa bikin kebakaran. Warga juga diminta hati-hati dan jangan buang puntung rokok sembarangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Instruksi Gubernur DKI Jakarta agar setiap RW memiliki alat pemadam api ringan mencerminkan langkah antisipatif yang konkret di tengah kemarau panjang. Upaya ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keselamatan warga sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dengan sosialisasi dan keterlibatan bersama, kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran menjadi lebih kuat dan terarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan setiap Rukun Warga (RW) di Jakarta untuk memiliki minimal satu alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau.

Pramono mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan kering sehingga potensi kebakaran meningkat.

"Kemaraunya diprediksi oleh BMKG akan panjang dan kemungkinan akan kering dan karena panjang dan kering, kemungkinan untuk terjadinya kebakaran dan sebagainya, potensinya lebih besar. Maka untuk itu, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, kami juga sudah melakukan sosialisasi, termasuk setiap RW harus ada APAR-nya satu," kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

1. Warga diminta terlibat cegah kebakaran

Kebakaran di Kemayoran. (Dok. Humas Pemprov DKI)

Dia mengatakan, gerakan penyediaan APAR di setiap RW sebenarnya telah berjalan di Jakarta sebagai upaya pencegahan kebakaran. Selain itu, Pramono meminta masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan, terutama di kawasan permukiman padat yang rawan kebakaran seperti Tambora dan Cakung.

"Kami meminta betul warga juga ikut terlibat menjaga bersama-sama, terutama untuk daerah-daerah yang sensitif yang padat penduduk seperti di Tambora, Cakung, dan sebagainya. Jangan kemudian misalnya habis merokok membuang puntung sembarangan yang bisa mengakibatkan kebakaran atau korsleting," ujar dia.

2. Sebagian besar wilayah Indonesia memasuki hari tanpa hujan

Helikopter water bombing melaksanakan pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin melalui udara pada Senin (6/7). (Dok. BNPB)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebagian besar wilayah Indonesia mulai mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan durasi yang semakin panjang seiring memasuki puncak musim kemarau.

Bahkan, sejumlah wilayah telah mencatat HTH kategori ekstrem panjang yang berlangsung lebih dari 60 hari.

Berdasarkan analisis BMKG, HTH kategori sangat panjang atau berlangsung 31 sampai 60 hari tercatat di 331 titik pengamatan.

"Kondisi ini didominasi di sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, serta sebagian wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Utara," tulis BMKG dalam keterangan.

3. Risiko kekeringan dan kebakaran

Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati pada Senin (15/12/2025) pagi. (Dok. Damkar DKI Jakarta)

Selain itu, BMKG menyebut fenomena El Niño masih aktif. Kondisi tersebut memperkuat atmosfer yang lebih kering sehingga berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran selama musim kemarau.

"Musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya. Dinamika atmosfer regional masih memicu terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article