Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemen PPPA Awasi Proses Hukum Peluru Nyasar Lukai Dua Anak di Gresik
Menteri PPPA Arifah Fauzi di acara Dies Natalis ke-45 FISIP USU, Sabtu (8/11/2025) (IDN Times/Doni Hermawan)
  • Kemen PPPA memantau proses hukum kasus peluru nyasar yang melukai dua anak di Gresik dan menekankan pentingnya transparansi serta keadilan bagi korban.
  • Melalui koordinasi dengan UPTD PPA Jawa Timur dan Gresik, Kemen PPPA memastikan korban mendapat layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta perlindungan dari tekanan atau intimidasi.
  • Menteri PPPA menegaskan pemulihan korban mencakup pendampingan psikologis berkelanjutan dan koordinasi lintas lembaga untuk memperkuat keamanan latihan militer agar insiden serupa tak terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 Desember 2025

Dua siswa SMP di Gresik terluka akibat peluru nyasar saat berada di musala sekolah. Peluru diduga berasal dari latihan tembak Marinir di Lapangan Tembak Karangpilang, Surabaya.

5 Februari 2026

Kasus peluru nyasar dilaporkan ke Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) setelah dua kali upaya mediasi antara keluarga korban dan TNI AL gagal.

9 April 2026

Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan pemantauan terhadap proses hukum kasus peluru nyasar dan menegaskan pentingnya perlindungan serta pemulihan bagi anak korban.

kini

Kemen PPPA terus memantau penanganan hukum oleh POMAL Koarmada V dan memastikan korban mendapat layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta perlindungan berkelanjutan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dua anak di Gresik terluka akibat dugaan peluru nyasar yang berasal dari latihan menembak Marinir di Lapangan Tembak Karangpilang, Surabaya. Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Koarmada V.
  • Who?
    Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memantau kasus ini. Korban adalah dua siswa SMP di Gresik, sementara penyelidikan dilakukan oleh POMAL Koarmada V.
  • Where?
    Insiden terjadi di musala sebuah sekolah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Latihan tembak yang diduga menjadi sumber peluru berlangsung di Lapangan Tembak Karangpilang, Surabaya.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada 17 Desember 2025. Kemen PPPA menyampaikan pernyataan resmi mengenai pemantauan kasus tersebut pada Kamis, 9 April 2026.
  • Why?
    Dugaan awal menunjukkan peluru berasal dari latihan menembak rutin Marinir yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi korban berada. Pemerintah menilai penting memastikan perlindungan dan keadilan bagi anak-anak korban.
  • How?
    Kemen PPPA berkoordinasi dengan UPTD PPA Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten G
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dua anak di Gresik kena peluru waktu lagi di musala sekolah. Katanya pelurunya dari latihan tentara laut yang jauh. Anak-anak itu dibawa ke rumah sakit. Sekarang polisi tentara masih cari tahu kenapa bisa kena. Ibu Menteri Arifah bilang pemerintah bantu supaya anak-anak sembuh dan dilindungi biar nggak takut lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penanganan kasus peluru nyasar di Gresik menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi anak dan menegakkan keadilan. Kemen PPPA tidak hanya memantau proses hukum agar transparan, tetapi juga memastikan korban memperoleh layanan kesehatan dan pendampingan psikologis. Langkah koordinatif ini mencerminkan komitmen pemerintah terhadap pemulihan menyeluruh dan perlindungan anak secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memantau proses hukum kasus dugaan peluru nyasar yang melukai dua anak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kasus tersebut saat ini sedang ditangani Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Koarmada V. Kemen PPPA menyatakan mendorong agar proses penanganan berjalan secara transparan dan memberikan keadilan bagi korban.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan mendorong agar dilakukan secara profesional, transparan, dan memberikan keadilan bagi korban dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Menteri PPPA, Arifah Fauzi, Kamis (9/4/2026).

1. Terjadi pada 17 Desember 2025 lalu

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi berdialog dengan Mendikdasmen Abdul Mu'ti. (Dok. Humas KemenPPPA)

Insiden tersebut diduga berkaitan dengan latihan menembak rutin yang dilakukan TNI AL (Marinir) di Lapangan Tembak Karangpilang, Surabaya pada 17 Desember 2025.

Arifah mengatakan, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena melibatkan anak sebagai korban.

“Peristiwa ini menjadi perhatian serius. Negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan maksimal serta pemulihan yang menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis. Kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama,” ujar dia.

2. Koordinasi agar korban dapat hak akses kesehatan dan pendampingan

ilustrasi peluru (pexels.com/Marta Branco)

Selain memantau proses hukum, Kemen PPPA juga memastikan korban mendapatkan penanganan yang diperlukan. Melalui Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA 129), kementerian telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jawa Timur dan UPT PPA Kabupaten Gresik.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan korban memperoleh layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta perlindungan dari potensi tekanan maupun intimidasi.

3. Pemulihan tak berhenti di bagian medis saja

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi saat datang ke rumah duka korban perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan berinisial MH (13). (Dok. KemenPPPA)

Dia menegaskan, pemulihan korban tidak berhenti pada penanganan medis awal.

“Anak korban membutuhkan pendampingan psikologis yang berkelanjutan. Kami memastikan layanan pemulihan trauma diberikan secara komprehensif agar kondisi anak dapat kembali optimal,” ujar Menteri PPPA.

Kemen PPPA juga menyatakan akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat sistem pengamanan fasilitas latihan militer agar kejadian serupa tidak terulang.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Mari kita bergerak dengan komitmen yang lebih kuat, kolaborasi yang lebih luas, dan langkah nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia terlindungi, dihargai, serta memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” kata Arifah.

Insiden peluru nyasar terjadi pada 17 Desember 2025 saat dua siswa SMP di Gresik terluka ketika berada di musala sekolah. Peluru diduga berasal dari latihan tembak Marinir di Karangpilang, Surabaya, sekitar 2,3 km dari lokasi.

Kedua korban dilarikan ke rumah sakit. Upaya mediasi antara keluarga dan TNI AL dua kali gagal. Kasus kemudian dilaporkan ke POM AL pada 5 Februari 2026 dan masih diselidiki.

Editorial Team