Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi saat datang ke rumah duka korban perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan berinisial MH (13). (Dok. KemenPPPA)
Dia menegaskan, pemulihan korban tidak berhenti pada penanganan medis awal.
“Anak korban membutuhkan pendampingan psikologis yang berkelanjutan. Kami memastikan layanan pemulihan trauma diberikan secara komprehensif agar kondisi anak dapat kembali optimal,” ujar Menteri PPPA.
Kemen PPPA juga menyatakan akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat sistem pengamanan fasilitas latihan militer agar kejadian serupa tidak terulang.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Mari kita bergerak dengan komitmen yang lebih kuat, kolaborasi yang lebih luas, dan langkah nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia terlindungi, dihargai, serta memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” kata Arifah.
Insiden peluru nyasar terjadi pada 17 Desember 2025 saat dua siswa SMP di Gresik terluka ketika berada di musala sekolah. Peluru diduga berasal dari latihan tembak Marinir di Karangpilang, Surabaya, sekitar 2,3 km dari lokasi.
Kedua korban dilarikan ke rumah sakit. Upaya mediasi antara keluarga dan TNI AL dua kali gagal. Kasus kemudian dilaporkan ke POM AL pada 5 Februari 2026 dan masih diselidiki.