Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemen PPPA Minta Keamanan Latihan Militer Diperkuat Buntut Peluru Nyasar di Gresik
ilustrasi peluru (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Kementerian PPPA menyoroti insiden peluru nyasar di Gresik yang melukai dua anak dan menegaskan pentingnya perlindungan serta pemulihan menyeluruh bagi korban.
  • Korban mendapat pendampingan kesehatan, psikososial, dan perlindungan hukum melalui koordinasi antara SAPA 129, UPTD PPA Jawa Timur, serta UPT PPA Gresik.
  • Kemen PPPA mendorong evaluasi dan penguatan sistem keamanan di fasilitas latihan militer agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 Desember 2025

Latihan menembak rutin TNI AL (Marinir) berlangsung di Lapangan Tembak Karangpilang, Surabaya. Diduga dari kegiatan ini terjadi peluru nyasar yang melukai dua anak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

9 April 2026

Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan pernyataan resmi menyoroti insiden peluru nyasar dan meminta penguatan sistem pengamanan latihan militer. Kemen PPPA memastikan pendampingan bagi korban serta memantau proses hukum yang tengah berjalan di POMAL Koarmada V.

kini

Kemen PPPA terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk memperkuat sistem keamanan fasilitas latihan militer dan menjamin pemulihan anak korban secara berkelanjutan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) meminta penguatan sistem keamanan latihan militer setelah insiden dugaan peluru nyasar yang melukai dua anak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
  • Who?
    Menteri PPPA Arifah Fauzi bersama tim SAPA 129, UPTD PPA Provinsi Jawa Timur, dan UPT PPA Kabupaten Gresik menangani korban serta berkoordinasi dengan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Koarmada V.
  • Where?
    Insiden terjadi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, diduga terkait latihan menembak TNI AL di Lapangan Tembak Karangpilang, Surabaya.
  • When?
    Latihan menembak berlangsung pada 17 Desember 2025. Pernyataan resmi Menteri PPPA disampaikan pada Kamis, 9 April 2026.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan anak-anak serta mencegah terulangnya kejadian serupa melalui peningkatan keamanan fasilitas latihan militer.
  • How?
    Kemen PPPA melakukan pendampingan kesehatan dan psikososial bagi korban, memantau proses hukum di peradilan militer, serta berkoordinasi lintas lembaga guna memperkuat sistem pengamanan latihan militer.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dua anak di Gresik kena peluru waktu ada latihan tentara laut di Surabaya. Menteri Arifah dari Kemen PPPA bilang anak-anak harus aman dan ditolong sampai sembuh. Anak-anak itu dibantu dokter dan orang yang jagain supaya nggak takut lagi. Tentara yang latihan sedang diperiksa, dan sekarang keamanan mau dibuat lebih kuat biar nggak kejadian lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Respons cepat Kementerian PPPA terhadap insiden di Gresik menunjukkan komitmen kuat negara dalam melindungi anak-anak. Melalui koordinasi lintas lembaga, korban memperoleh pendampingan medis dan psikologis yang menyeluruh, sementara proses hukum diawasi secara transparan. Upaya mendorong penguatan keamanan latihan militer juga mencerminkan langkah preventif yang konstruktif demi keselamatan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendorong penguatan sistem pengamanan fasilitas latihan militer menyusul insiden dugaan peluru nyasar yang melukai dua anak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan latihan menembak rutin TNI AL (Marinir) yang berlangsung di Lapangan Tembak Karangpilang, Surabaya pada 17 Desember 2025.

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, mengatakan, insiden tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan anak.

“Peristiwa ini menjadi perhatian serius. Negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan maksimal serta pemulihan yang menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis. Kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama,” ujar Arifah, dikutip Kamis (9/4/2026).

1. Pemberian pendampingan pada korban

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenteriPPPA) Arifah Fauzi bicara pencegahan kekerasan seksual di lokasi bencana banjir. (IDN Times/Amir Faisol)

Kementerian PPPA memastikan korban memperoleh penanganan yang diperlukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah. Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA 129) telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jawa Timur dan UPT PPA Kabupaten Gresik.

Pendampingan terhadap korban mencakup layanan kesehatan, dukungan psikososial, serta perlindungan dari potensi tekanan maupun intimidasi.

2. Proses hukum di peradilan militer

Menteri PPPA Arifah Fauzi di acara Dies Natalis ke-45 FISIP USU, Sabtu (8/11/2025) (IDN Times/Doni Hermawan)

Arifah mengatakan, pemulihan anak korban harus dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi mereka benar-benar pulih.

“Anak korban membutuhkan pendampingan psikologis yang berkelanjutan. Kami memastikan layanan pemulihan trauma diberikan secara komprehensif agar kondisi anak dapat kembali optimal,” ujar Menteri PPPA.

Sementara itu, proses hukum terkait insiden tersebut saat ini tengah berjalan di Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Koarmada V. Kemen PPPA menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan mendorong agar dilakukan secara profesional, transparan, dan memberikan keadilan bagi korban dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” kata dia.

3. Dorong penguatan sistem pengamanan di fasilitas latihan militer

Ilustrasi prajurit TNI dalam latihan militer sebagai bagian dari kesiapan tugas. (Unsplash)

Kemen PPPA juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mendorong penguatan sistem pengamanan di fasilitas latihan militer maupun sarana lainnya agar kejadian serupa tidak terulang.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Mari kita bergerak dengan komitmen yang lebih kuat, kolaborasi yang lebih luas, dan langkah nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia terlindungi, dihargai, serta memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Arifah.

Insiden peluru nyasar terjadi pada 17 Desember 2025 saat dua siswa SMP di Gresik terluka ketika berada di musala sekolah. Peluru diduga berasal dari latihan tembak Marinir di Karangpilang, Surabaya, sekitar 2,3 km dari lokasi.

Kedua korban dilarikan ke rumah sakit. Upaya mediasi antara keluarga dan TNI AL dua kali gagal. Kasus kemudian dilaporkan ke POM AL pada 5 Februari 2026 dan masih diselidiki.

Editorial Team