Jakarta, IDN Times - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendorong penguatan sistem pengamanan fasilitas latihan militer menyusul insiden dugaan peluru nyasar yang melukai dua anak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan latihan menembak rutin TNI AL (Marinir) yang berlangsung di Lapangan Tembak Karangpilang, Surabaya pada 17 Desember 2025.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, mengatakan, insiden tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan anak.
“Peristiwa ini menjadi perhatian serius. Negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan maksimal serta pemulihan yang menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis. Kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama,” ujar Arifah, dikutip Kamis (9/4/2026).
