Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemenag Siapkan 6.859 Masjid di Jalur Mudik, Jadi Tempat Istirahat
Ilustrasi masjid. (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Kementerian Agama menyiapkan 6.859 masjid di jalur mudik sebagai tempat istirahat bagi pemudik, beroperasi penuh selama H-7 hingga H+7 Idul Fitri.
  • Masjid dilengkapi fasilitas seperti ruang laktasi, toilet bersih, area parkir aman, serta takjil dan minuman hangat untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengemudi.
  • Program ini juga melibatkan rumah ibadah agama lain di beberapa daerah, dengan dukungan Kementerian Perhubungan agar pemudik dapat beristirahat dengan aman dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 6.859 masjid di berbagai wilayah Indonesia di jalur mudik sebagai tempat istirahat. Program tersebut rencananya akan berjalan mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri.

Masjid-masjid di sepanjang jalur mudik ini akan beroperasi penuh selama 24 jam sebagai posko transit.

“Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa, mencegah musibah karena kalau. Supirnya, ngantuk, dan nanti nabrak, kecelakaan banyak bisa terjadi,” ujar Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, dilansir dari laman resmi Kemenag, Selasa (24/2/2026).

1. Fasilitas lengkap dari ruang laktasi hingga takjil gratis

(Ilustrasi Masjid Cut Meuthia) IDN Times/Denisa Tristianty

Nasaruddin memastikan koordinasi internal telah berjalan dari pusat hingga Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan. Masjid yang berpartisipasi diharapkan menyediakan fasilitas memadai bagi pemudik, antara lain:

  • Ruang istirahat nyaman

  • Toilet bersih

  • Tempat wudu

  • Ruang laktasi

  • Air minum dan pengisian daya ponsel gratis

  • Area parkir aman tanpa pungutan

Selain itu, masjid diimbau menyediakan takjil untuk berbuka dan minuman hangat pada malam hari, guna memulihkan stamina pengemudi sebelum melanjutkan perjalanan.

2. Cegah kecelakaan akibat kelelahan di jalan raya

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar (dok. Kemenag)

Tingginya penggunaan kendaraan pribadi, khususnya di jalur Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatra, membuat risiko kecelakaan akibat kelelahan meningkat. Masjid kini mengambil peran strategis sebagai ruang pelayanan publik untuk mengantisipasi hal tersebut, bukan sekadar tempat ibadah.

Penanda khusus akan dipasang di jalur utama agar pemudik mengenali masjid partisipan tanpa ragu. Menag menekankan pentingnya istirahat bagi keselamatan perjalanan.

Tingginya penggunaan kendaraan pribadi di jalur Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatra meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan. Masjid kini menjadi ruang pelayanan publik strategis, bukan sekadar tempat ibadah.

Penanda khusus akan dipasang di jalur utama agar pemudik dapat mengenali masjid partisipan dengan mudah. Menag menekankan pentingnya istirahat bagi keselamatan perjalanan.

3. Libatkan rumah ibadah agama lain

Ilustrasi gereja Katolik. (IDN Times/Saifullah)

Pelayanan bagi pemudik tidak hanya terbatas pada masjid. Rumah ibadah agama lain, seperti gereja di Sumatra Utara dan wilayah Indonesia Timur, turut dilibatkan.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mendukung program ini dan berharap masyarakat memanfaatkan masjid untuk beristirahat dan beribadah selama perjalanan pulang ke kampung halaman.

Editorial Team