Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemendikbud Ajak 210 Seniman Mengajar 4.200 Siswa di Sekolah
Aktivitas berkesenian di Sanggar Topeng Cirebon Wijaya Kusuma, Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Jakarta, IDN Times - Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) kembali dilaksanakan di tahun 2020 ini oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud.

Pogram ini diharapkan dapat menjadi jalan untuk menguatkan pendidikan karakter serta menciptakan ekosistem sekolah yang berbudaya.

"Gagasan dasarnya untuk mempertemukan seniman dengan siswa agar mendapatkan pengalaman tangan pertama tentang bagaimana berkreasi, merumuskan ide, sampai eksekusi," kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid seperti dilansir dari keterangan tertulis lewat lamaran Kemendikbud pada Jumat (4/9/2020).

1. Menyasar lebih dari 4.200 siswa

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid (website/kemdikbud.go.id)

Program ini disebutkan akan digelar di 16 kabupaten/kota. Disebutkan di rilis tersebut, sedikitnya ada 210 seniman akan memberikan pendidikan dan mengajar 4.200 siswa lebih di Indonesia.

GSMS, disebut Hilmar, bukan hanya bertujuan untuk khusus melatih siswa menjadi seniman. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat menjadi metode untuk menyelenggarakan pendidikan karakter melalui fasilitasi ekspresi diri para peserta didik dengan cara-cara yang artistik.

"Untuk program tahun ini ada 210 Seniman yang terlibat untuk sekitar 4.200 an siswa yang ikut program dari tingkat SD sampai SMA/SMK. Swasta dan negeri," kata Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan.

2. GSMS sudah berjalan sejak 2017

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan (website/kemdikbud.go.id)

Program GSMS 2020 bukan menjadi kali pertama ini dilaksanakan oleh Kemendikbud. Menurut Restu, program ini sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu.

Restu menyebutkan, target sasaran GSMS 2020 mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya lantaran realokasi dan refocusing anggaran Kemendikbud yang digunakan untuk penanganan COVID-19.

"Anggaran itu nantinya berbagi antara APBD dan APBN untuk membiayai honorarium para seniman dan pendampingnya," ujar Restu.

3. Ada tiga tahapan dari program GSMS

IDN Times / Nana Suryana

Terlaksana di tengah masa pandemik, program GSMS yang merupakan salah satu program prioritas dari Dirjen Kebudayaan akan dilaksanakan dengan kombinasi pelaksanaan luring dan daring.

Pada tahap pertama program ini berjalan penyelenggaraan lokakarya untuk seniman akan dilakukan secara Training of Trainee (ToT) oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaa  sepanjang bulan September. Lokakarya ini diharapkan dapat membantu para seniman untuk siap mengajar seni budaya bagi para siswa.

Materi pembelajaran yang dipersiapkan berupa seni pertunjukan, seni rupa, seni media, juga sastra. Di akhir proses pembelajaran, Dinas Pendidikan provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pertunjukan atau pameran dari hasil pembelajaran para siswa dengan seniman tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Seleksi para seniman yang terlibat dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing. Kami di Kemendikbud memberikan panduan dan kriterianya," tutup Restu.

Editorial Team