Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memimpin apel malam peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026, Kamis (15/1/2026) (IDN Times/Yogie Fadila, Media Center Haji)
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memimpin apel malam peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026, Kamis (15/1/2026) (IDN Times/Yogie Fadila, Media Center Haji)

Intinya sih...

  • Metode semimiliter untuk bangun kedisiplinan

  • Tak perlu munculkan istilah military phobia

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan. pendidikan dan pelatihan (diklat) calon petugas haji tahun 2026 dilakukan dengan pendekatan semimiliter. Hal itu tak semata-mata berorientasi pada pembinaan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menanamkan dan membangun nilai kedisiplinan secara menyeluruh.

Pernyataan ini disampaikan Dahnil usai memimpin apel pagi sekaligus lari bersama peserta diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Sabtu (17/1/2026) pagi. Dia mengatakan, setelah satu pekan menjalani pelatihan yang didampingi oleh personel TNI dan Polri, terjadi perubahan persepsi yang cukup signifikan di kalangan peserta.

Menurut Dahnil, pada awal pelaksanaan, tepatnya pada minggu pertama, tidak sedikit peserta yang bersikap skeptis bahkan mencibir metode pelatihan tersebut karena dinilai tidak relevan dengan tugas pelayanan haji.

"Di awalnya mereka itu mencibir, mungkin wartawan juga begitu. Berpikir ini militerisme, ngapain sih Kementerian Haji dan Umrah semimiliter? Tapi faktanya, setelah satu minggu mereka lalui yang mereka temukan justru kegembiraan," ujar Dahnil.

1. Metode ini diklaim untuk bangun kedisiplinan

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyambut persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar pendidikan dan pelatihan metode semimiliter.

Dahnil mengatakan, pendekatan itu tidak dimaksudkan untuk menanamkan nilai militerisme. Justru, kata dia, metode ini digunakan untuk membangun kedisiplinan, memperkuat kekompakan, serta menumbuhkan rasa kegembiraan di antara para petugas.

2. Tak perlu munculkan istilah military phobia

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dia juga menekankan istilah military phobia atau ketakutan berlebihan pada hal-hal yang berbau militer, seharusnya tidak lagi muncul.

Menurut dia, terdapat nilai-nilai positif yang melekat dalam komunitas militer, seperti kedisiplinan dan struktur komando yang rapi dan relevan untuk diadopsi serta diterapkan dalam tata kelola pelayanan publik. Dia memastikan, pelatihan ini disusun secara terukur dan seimbang.

"Yang menakutkan yang mereka bayangkan itu tidak mereka temukan. Yang ditemukan adalah kedisiplinan dan kekompakan. Jadi, jangan sampai ada military phobia. Ini adalah simbolisasi manusia terbuka," kata Dahnil.

3. Latihan fisik hanya salah satu komponen

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Meski para calon petugas haji digembleng secara fisik melalui latihan lari berjenjang dengan jarak mulai dari 5-7 kilometer, Dahnil memastikan, aspek intelektual dan spiritual tetap menjadi bagian penting dari kurikulum.

Menurut dia, latihan fisik, hanyalah salah satu komponen pelatihan. Setiap pagi, siang, dan malam, para peserta tetap menerima materi intensif yang mencakup bahasa Arab, fikih haji, serta manajemen perhajian. Keseimbangan antara aspek fisik, intelektual, dan spiritual inilah yang dinilai menjadi kunci utama.

4. Digembleng selama sepekan

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memimpin apel malam peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026, Kamis (15/1/2026)

Hasil pelatihan selama satu pekan tersebut dinilai sangat memuaskan. Dahnil menyatakan tidak memiliki sedikit pun keraguan terhadap kapasitas para peserta. Dia optimistis angkatan ini akan memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam membantu pelaksanaan tugas penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.

"Progresnya terlihat kompak, disiplin, gembira. Kalau tidak gembira, tidak akan muncul keikhlasan untuk melayani jamaah haji. Ini adalah kali pertama petugas digembleng seserius ini," ujar Dahnil.

Editorial Team