Jakarta, IDN Times – Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, didukung ViriyaENB, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Akselerasi Transisi Kendaraan Listrik pada Layanan Pengiriman Barang Perkotaan.
Dalam diskusi tersebut, terungkap kesenjangan antara harga kendaraan listrik dan kemampuan finansial mitra kurir masih terlalu lebar untuk ditanggung secara mandiri, sehingga tanpa skema dukungan terstruktur, dan transisi ini berpotensi menekan pendapatan harian mitra hingga sekitar 21 persen.
"Tanpa skema dukungan yang terstruktur, transisi ini berpotensi menekan pendapatan harian mitra hingga sekitar 21 persen," tulis ITDP dikutip dari keterangan pers, Rabu (22/4/2026).
Sebagai informasi, kegiatan FGD ini mempertemukan pelaku industri logistik dan layanan on-demand seperti Grab, Gojek, JNE, J&T, SiCepat, Asperindo, dan ALDEI, bersama produsen sepeda motor listrik dan asosiasi industri terkait.
