Jakarta, IDN Times - Bahu Mandik Jhani tegap, kepala ayah dan ibunya juga ikut terangkat tegap, melihat putranya jadi sarjana pada Desember 2025. Lulusan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur itu menceritakan bagaimana di balik foto dengan toga dan ijazah, ada perjuangan ayah dan ibunya.
Kisahnya mendapat gelar itu dibagikan Mandik lewat akun TikTok. Ada datang momen kecil yang justru paling menghantam perjuangannya selama ini menempuh pendidikan. Bukan saat nama dipanggil di panggung. Bukan saat foto keluarga diambil. Tapi ketika perjalanan pulang usai wisuda.
“Ketika kami berjalan pulang setelah wisuda, saya baru sadar bahwa sepatu bapa bagian bawahnya sudah terlepas atau rusak tanpa disadari," kata dia, dikutip Rabu (18/2/2026).
Sepatu itu mungkin sudah lama aus, sudah waktunya diganti. Tapi hari itu, sang ayah tetap melangkah tegap, penuh bangga mengantar anaknya wisuda, jadi sarjana, gelar yang bisa jadi pengantar banyak mimpi ke depan bagi keluarga asal Manggarai ini.
“Bapa tidak peduli. Ia tetap melangkah dengan penuh bangga, seolah-olah sepatu itu tidak penting, karena bagi dia yang terpenting hari itu adalah melihat anaknya diwisuda," tulisnya.
