Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Erwin, Peraih Beasiswa yang Terjebak Judi Online Habis Rp800 Juta

Penyintas judi online
Penyintas judi online di acara GoPay Judi Pasti Rugi (IDN Times/Anggia Leksa)
Intinya sih...
  • Erwin terjerumus ke dalam judi online sejak SMA
  • Ia menggunakan beasiswa kuliahnya untuk berjudi online dan menghabiskan sekitar Rp800 juta
  • Erwin keluar dari jeratan judi online dengan kesadaran penuh setelah satu setengah tahun proses penyembuhan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Judi online telah merenggut delapan tahun masa muda Erwin, seorang penerima beasiswa yang seharusnya menjalani kehidupan kampus yang cerah.

Kisahnya bermula dari kemenangan pertama yang menguntungkan hingga terjerumus dalam lingkaran kerugian ratusan juta rupiah selama delapan tahun.

“Saya bermain judi online itu kurang lebih delapan tahun. Titik terendahnya kalau dihitung itu yang luar biasa banyak,” kata Erwin dalam acara Judi Pasti Rugi yang diselenggarakan GoPay di Jakarta Selatan, Kamis, (29/01/2026).

Ia mengungkapkan bagaimana dunia maya mengubah hidupnya dari seorang pelajar berprestasi menjadi pecandu judi yang kehilangan hampir segalanya.

1. Erwin mulai terhasut sejak SMA dari ajakan teman

Penyintas judi online
Penyintas judi online di acara GoPay Judi Pasti Rugi (IDN Times/Anggia Leksa)

Keterlibatan Erwin dengan judi online berawal dari ajakan teman di bangku SMA tahun 2017. Awalnya, ia hanya ingin membantu dengan mendanai deposit sebesar Rp200.000. Namun, kemenangan fantastis sebesar Rp5 juta dari deposit pertama itu justru menjadi pintu masuk kecanduan Erwin terhadap judi online.

“Saya berpikir mencari uang itu ternyata tidak sesusah itu,” kenangnya.

Menurut Erwin, kemenangan awal yang dibagi dua itu menciptakan ilusi kemudahan. Namun, pola itu berubah. Setelah uang kemenangan habis untuk deposit ulang, kerugian pun mulai beruntun dan kebiasaan meminjam uang dengan berbagai alasan mulai tumbuh.

2. Erwin berhasil mendapat beasiswa semasa kuliah, dipakai untuk judi online

IMG_2146.jpeg
Penyintas judi online di acara GoPay Judi Pasti Rugi (IDN Times/Anggia Leksa)

Lebih lanjut, Erwin menceritakan kebiasaan itu berkembang menjadi kecanduan yang merusak. Selama masa kuliah, meski mendapatkan tunjangan beasiswa, Erwin kerap meminta uang dalam jumlah besar kepada orang tuanya dengan alasan palsu. Aset pribadi seperti ponsel dan sepeda motor terjual untuk menutupi kebutuhan deposit.

“Bahkan sebenarnya saya bisa selesai 3 tahun setengah. Tapi karena semua udah benar-benar hancur. akhirnya harus mengulur,” ujarnya.

Dua tahun terakhir masa kecanduannya, ia mengaku menghabiskan sekitar Rp800 juta, jumlah yang sangat besar untuk seorang anak muda berusia 24 tahun yang bekerja di sektor pertambangan.

3. Upaya Erwin keluar dari jeratan judi online

Penyintas judi online
Penyintas judi online di acara GoPay Judi Pasti Rugi (IDN Times/Anggia Leksa)

Sementara, jalan keluar dari jerat judi online baru ditempuh Erwin dengan kesadaran penuh dan keikhlasan. Ia menyadari ambisi untuk mengembalikan semua kerugian justru memperpanjang penderitaannya. Proses penyembuhan itu memakan waktu sekitar satu setengah tahun setelah ia memutuskan berhenti.

Kini, Erwin bergabung dengan gerakan sosial ‘Judi Pasti Rugi’ oleh GoPay untuk mengedukasi masyarakat penyintas dan awam mengenai bahaya judi online.

Dari pengalamannya, ia menekankan pentingnya literasi digital dari keluarga dan dukungan lingkungan yang harmonis sebagai salah satu solusi orang sepertinya bisa keluar dari jeratan judi online.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Jerman Tolak Percepatan Masuknya Ukraina ke Uni Eropa

30 Jan 2026, 07:09 WIBNews