Jakarta, IDN Times - Kementerian Komunikasi dan Informasi Digital (Komdigi) melakukan uji coba digitalisasi data Perlindungan Sosial (Perlinsos) milik Kementerian Sosial (Kemensos) yang berasal dari data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) untuk memperbaiki data penyaluran bantuan sosial (bansos) yang disalurkan Kemensos.
Uji coba tersebut dilakukan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Tengah, pada September 2025 melalui portal perlinsos.kemensos.go.id. Sebanyak 350 ribu warga mendaftar untuk menerima penyaluran bansos melalui portal tersebut.
Direktur Jenderal (Dirjen) Teknologi Pemerintah Digital Komdigi, Mira Tayyiba, mengatakan, Perlinsos Digital merupakan sistem perlindungan sosial digital terintegrasi pertama di Indonesia dengan fondasi Digital Public Infrastructure (DPI) yang sudah diperbarui.
Sistem tersebut, kata dia, memungkinkan warga untuk mendaftar bansos, memverifikasi kelayakan mereka, dan mengajukan sanggah data atas data yang tidak sesuai.
“Jadi, apa yang membedakan bansos hari ini dengan bansos-bansos sebelumnya? Itulah yang tadi disampaikan adanya DPI, Digital Public Infrastructure,” kata Mira di acara media briefing Komdigi dengan media nasional, di Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).
Uji coba Perlinsos Digital tersebut juga akan diperluas ke 42 kabupaten/kota yang mulai dilaksanakan pada Juni-Juli 2026. Beberapa wilayah perluasan itu di antaranya Kota Medan, Padang, Jambi, Kabupaten Belitung Timur, Pali, Sumedang, Kabupaten Bogor, dan beberapa wilayah lainnya yang ada di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Ambon, dan Papua.
