Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Korban Kebakaran SPBE Bekasi Tuntut Ganti Rugi Kerusakan Rp7,6 M
SPBE Cimuning, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Puluhan warga korban kebakaran SPBE Bekasi menuntut PT Indogas Andalan Kita membayar ganti rugi Rp7,6 miliar serta memenuhi lima tuntutan tambahan terkait keselamatan dan tanggung jawab sosial.
  • Ketua RT E’en Supriatna menyebut 42 rumah rusak akibat ledakan, sementara warga masih menunggu realisasi janji ganti rugi dan bantuan biaya perawatan bagi korban luka bakar.
  • Kebakaran di SPBE Jalan Cinyosog menewaskan enam orang, merusak puluhan bangunan, dan memaksa 47 kepala keluarga mengungsi dari wilayah terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1 April 2026

Kebakaran terjadi di SPBE Jalan Cinyosog, Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi. Peristiwa ini menyebabkan enam orang meninggal dunia dan puluhan bangunan rusak.

kini

Puluhan korban kebakaran menuntut ganti rugi Rp7,6 miliar kepada PT Indogas Andalan Kita. Mereka juga meminta pemindahan tangki gas dan pertanggungjawaban atas korban luka serta meninggal dunia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Puluhan warga korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Bekasi menuntut ganti rugi senilai Rp7,6 miliar serta pemindahan tangki gas 50 ton yang masih tersisa di lokasi kejadian.
  • Who?
    Korban kebakaran SPBE di Jalan Cinyosog, dipimpin Ketua RT E’en Supriatna, menuntut PT Indogas Andalan Kita selaku pengelola SPBE. Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe turut memantau penyelesaian tuntutan warga.
  • Where?
    Peristiwa dan aksi tuntutan terjadi di area SPBE Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
  • When?
    Kebakaran terjadi pada Rabu, 1 April 2026. Aksi tuntutan warga berlangsung setelah peristiwa tersebut saat proses ganti rugi belum terealisasi sepenuhnya.
  • Why?
    Tuntutan diajukan karena kebakaran dan ledakan di SPBE menyebabkan enam orang meninggal dunia, puluhan rumah rusak, serta kerugian materiil mencapai sekitar Rp7,6 miliar.
  • How?
    Warga memasang spanduk berisi enam poin tuntutan di dekat bangunan terbakar dan meminta tangki gas segera dip
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kebakaran di tempat isi gas di Bekasi. Banyak rumah rusak dan enam orang meninggal. Orang-orang yang rumahnya rusak marah dan minta uang ganti rugi ke perusahaan gas itu. Mereka juga takut karena tangki gas masih ada isinya. Sekarang warga masih menunggu janji dari perusahaan untuk memperbaiki rumah dan memberi uang mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun warga Bekasi masih menanti penyelesaian ganti rugi akibat kebakaran SPBE, langkah pemerintah kota yang aktif memanggil pihak pengelola menunjukkan adanya perhatian serius terhadap hak masyarakat. Sikap tegas Wakil Wali Kota memastikan bahwa proses pemulihan terus diupayakan, memberi harapan bagi korban untuk memperoleh keadilan dan pemulihan kehidupan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Puluhan korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, menuntut ganti rugi terhadap PT Indogas Andalan Kita selaku pengelola SPBE.

Selain ganti rugi, para korban juga menuntut lima hal lainnya. Tuntutan tersebut tertulis dalam spanduk dan dibentangkan di sebelah bangunan SPBE yang mengalami kebakaran pada Rabu, 1 April 2026 lalu

Berikut isi tuntutan tersebut!

  1. Pemindahan tangki 50 ton dalam waktu satu minggu

  2. Ganti rugi 7,6 miliar materi korban

  3. Pertanggungjawaban korban luka bakar

  4. Pertanggungjawaban korban meninggal dunia

  5. Konvensi warga terdampak

  6. Posko tanggap darurat dari pihak SPBE

1. Total kerugian kerusakan rumah capai Rp7,6 miliar

Ketua RT setempat, E'en Supriatna (40). (IDN Times/Imam Faishal)

Ketua RT setempat, E'en Supriatna (40) mengatakan, warganya meminta pihak SPBE untuk segera memindahkan tangki berkapasitas 50 ton gas. Sebab, dia menduga, tangki tersebut masih berisikan 40 persen gas yang dikhawatirkan akan kembali menimbulkan kebakaran.

Selain itu, lanjut E'en, dirinya juga menuntut pihak SPBE untuk mengganti rugi 42 rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran disertai ledakan tersebut.

"Iya, baru kerusakan (rumah korban) itu yang poin kedua (ganti rugi Rp7,6 M). Buat yang ganti ganti materiil," ujar dia.

2. Berharap ganti rugi dipenuhi

Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, meledak hingga akibatkan kebakaran, Rabu (1/4/2026) malam. (IDN Times/Imam Faishal)

E'en mengatakan, terdapat beberapa warganya yang masih harus menjalani rawat jalan usai mengalami luka bakar. Namun, pihak SPBE tidak memberikan anggaran tambahan untuk biaya transportasi menuju rumah sakit saat kontrol.

E’en juga berharap pihak SPBE dapat segera menyelesaikan tuntutan yang telah disepakati sebelumnya.

"Dia (pihak SPBE) selalu janji tapi belum sampai sekarang belum terealisasi gitu," kata dia.

Sementara, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengatakan, Pemkot Bekasi akan kembali memanggil pihak SPBE untuk membahas ganti rugi tersebut. Dia juga memastikan, masyarakat yang terdampak akan menerima hak-haknya.

"Insyaallah (diganti rugi), harus, harus itu! Karena mereka berjanji untuk melakukan perbaikan terhadap rumah-rumah warga," kata Bobihoe.

3. Sebanyak 6 orang meninggal

Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, meledak hingga akibatkan kebakaran, Rabu (1/4/2026) malam. (IDN Times/Imam Faishal)

Peristiwa kebakaran di SPBE, Jalan Cinyosog, mengakibatkan enam orang meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Mereka adalah Agustinus Aritonang (33), Suyadi (63), Djaimun (61), Sapta Prihantono (17), Aulia Putri Budiasti (19), dan Kosasih (66).

Peristiwa tersebut juga mengakibatkan puluhan bangunan rusak dan 47 KK harus mengungsi saat peristiwa tersebut terjadi.

Editorial Team