Terus Bertambah, Adik Kakak Jadi Korban Tewas Kebakaran SPBE Bekasi

- Jumlah korban tewas kebakaran dan ledakan di SPBE Cimuning, Bekasi, bertambah menjadi empat orang, termasuk sepasang kakak beradik yang meninggal setelah dirawat intensif.
- Kebakaran dipicu kebocoran gas yang tersulut korsleting listrik, menyebabkan ledakan besar hingga merusak hampir seluruh fasilitas SPBE di Jalan Cinyosog, Mustika Jaya.
- Pertamina menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan memastikan seluruh korban luka mendapat perawatan medis penuh serta penanganan dampak secara menyeluruh.
Bekasi, IDN Times - Korban kebakaran tewas akibat kebakaran disertai ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, terus bertambah. Kini jumlah korban meninggal dunia jadi empat orang.
Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, mengatakan korban atas nama Aulia Putri Budiasti dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (9/4/2026), setelah mendapatkan perawatan medis. Aulia juga merupakan kakak dari Sapta Prihantono yang meninggal terlebih dahulu pada Selasa, 7 April 2026 malam.
"Ya betul total yang meninggal dunia ada empat orang saat ini," katanya, Kamis.
1. Dua sekuriti SPBE meninggal dunia

Sebelumnya, dua sekuriti SPBE bernama Jaimun, 62 tahun, dan Suyadi, 62 tahun, juga meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis. Jaimun meninggal pada Senin, 6 April 2026, sementara Suyadi pada Minggu, 5 April 2026 malam.
"Kemarin kami berduka cita meninggalnya satu orang yang bernama Suyadi, dia adalah merupakan sekuriti, dan sudah ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan, sudah lakukan kemarin langsung dikubur tadi malam," kata Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, Senin, 6 April 2026.
2. Kronologi kebakaran dan ledakan di SPBE Kota Bekasi

Diketahui, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, meledak hingga memicu kebakaran besar, Rabu, 1 April 2026 malam.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, mengatakan peristiwa tersebut berawal dari adanya kebocoran gas di lingkungan SPBE. Informasi itu didapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi.
Dia menduga api berasal dari korsleting listrik di sekitar SPBE yang mengakibatkan ledakan. Akibat ledakan dan kebakaran tersebut, lanjut Heryanto, SPBE mengalami kerusakan berat dan hampir rusak total.
"Karena warga bilang ada bau gas. Jadi pemicunya adalah salah satunya arus pendek yang menyebabkan ledakan gas. Itu berdasarkan informasi," kata Heryanto, Kamis, 2 April 2026 dini hari.
3. Permintaan maaf Pertamina

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan SPBE yang meledak merupakan milik swasta sekaligus mitra Pertamina Patra Niaga.
"Mohon maaf atas insiden yang terjadi pada malam ini. Fokus kami memang adalah tadi pada penanganan insiden, dan memastikan tidak ada dampak yang meluas," kata dia kepada jurnalis, Kamis, 2 April 2026 dini hari.
Susanto juga memastikan, seluruh korban luka-luka akibat peristiwa ledakan tersebut, akan sepenuhnya dibiayai Pertamina.
"Yang pasti kepada warga yang terdampak, korban maksudnya, akan diberikan penanganan medis terbaik," ujar dia.

















