Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Korut Tembak 10 Rudal Balistik saat AS-Korsel Latihan Militer
ilustrasi peluncuran rudal (pexels.com/SpaceX)
  • Korea Utara menembakkan 10 rudal balistik dari wilayah Pyongyang saat latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan berlangsung, dengan lintasan menuju laut Jepang.
  • Perdana Menteri Korsel Kim Min Seok bertemu Presiden AS Donald Trump di Washington untuk membahas peluang dialog dengan Korut di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
  • Korut terus memperkuat kemampuan nuklir dan rudalnya, termasuk sistem roket 600 mm berjangkauan 400 km yang diklaim mampu menghancurkan pangkalan udara Korsel dan AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Korea Utara (Korut) disebut menembakkan 10 rudal balistik saat Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) menggelar latihan militer gabungan, pada Sabtu (14/3/2026). Rudal tersebut terdeteksi saat mengarah dekat laut Jepang atau laut Timur.

Dilansir dari CNA, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan mengatakan, rudal tersebut disebut diluncurkan dari area Ibu Kota Pyongyang, sekitar pukul 13.20 (04.30 GMT).

Berdasarkan laporan NHK, rudal balistik itu jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang. Meski demikian, belum ada pernyataan dari Korea Utara yang menyatakan bertanggung jawab atas tembakan 10 rudak balistik tersebut.

1. Perdana Menteri Korsel melakukan pertemuan dengan Donald Trump

Ilustrasi Gambar Bendera Korea Selatan (unsplash.com/Daniel Bernard)

Pada pekan ini, Korea Selatan dan AS menggelar latihan militer bersama. Tercatat, sekitar 28.500 militer AS dan skuadron jet tempurnya sudah berada di Korea Selatan.

Pada Kamis (12/3/2026), Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Min Seok bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump di Washington untuk membahas tentang dibukanya dialog dengan Korea Utara.

2. Korea Utara kerap uji coba rudal balistik

Kim Jong Un (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Korea Utara kerap memamerkan kekuatan militernya lewat peluncuran roket terbaru. Pemimpin Korut, Kim Jong Un, pada Rabu (18/2/2026) menampilkan 50 unit peluncur roket kaliber 600 mm yang diklaim mampu membawa hulu ledak nuklir dalam agenda resmi menjelang Kongres ke-9 Partai Buruh.

Dalam pidatonya, dia menyebut sistem tersebut sebagai salah satu senjata paling efektif untuk melancarkan serangan terkonsentrasi berkekuatan tinggi.

“Ketika senjata ini digunakan, sebenarnya tidak ada kekuatan yang bisa mengharapkan perlindungan Tuhan,” kata dia, dikutip dari Al Jazeera.

Sepanjang sejarahnya, Korut telah melakukan lebih dari 300 peluncuran rudal sejak 1984. Di bawah kepemimpinan Kim sejak 2011, jumlahnya melonjak dengan lebih dari 272 peluncuran tercatat pada periode 2012 sampai 2025

3. Korut memperkuat daya tangkal nuklir menjaga rezim

Kim Jong Un (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Korut mengandalkan rudal jarak pendek dan menengah seperti Scud dan Nodong yang telah teruji untuk melatih personel misil sekaligus memperlihatkan kesiapan tempur. Peluncuran kerap dilakukan hampir bersamaan di sejumlah lokasi latihan militer guna mensimulasikan serangan ke pangkalan Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.

Sistem roket 600 mm generasi anyar memiliki jangkauan sekitar 400 kilometer sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah Korsel. Analis Hong Min dari Korea Institute for National Unification mengatakan, dengan hulu ledak nuklir taktis, satu baterai yang menembakkan empat hingga lima roket sudah cukup untuk menghancurkan satu pangkalan udara. Sasaran utamanya diarahkan pada kemampuan udara gabungan Korsel dan AS.

Kehadiran Kim secara langsung dalam berbagai latihan menjadi penegasan, pasukan nuklir berada dalam kesiapan penuh, baik untuk pencegahan maupun pembalasan. Program rudal ini diposisikan sebagai fondasi untuk menghalangi campur tangan militer asing serta memastikan keberlangsungan pemerintahan.

Editorial Team