Korut-Rusia Kompak Beri Dukungan Penuh Mojtaba Khamenei Pimpin Iran

- Korea Utara dan Rusia kompak memberikan dukungan penuh kepada Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, menegaskan hak Iran memilih pemimpin tanpa campur tangan Amerika Serikat.
- Mojtaba Khamenei resmi menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, setelah dipilih Majelis Pakar pasca kematian sang ayah akibat serangan AS dan Israel di Teheran.
- Presiden AS Donald Trump mengecam terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin baru Iran karena merasa tidak dilibatkan dalam proses penentuan pengganti Ayatollah Khamenei.
Jakarta, IDN Times - Korea Utara (Korut) dan Rusia mendukung penuh Mojtaba Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi Iran. Setelah Rusia, Korut juga menjadi negara kedua yang menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Mojtaba Khamenei.
Korut menyatakan pihaknya menghormati Iran untuk memilih pemimpin tanpa campur tangan dari Amerika Serikat.
"Kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih pemimpin tertinggi mereka," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korut yang tidak disebut namanya pada Rabu (11/3/2026), seperti dilansir CNA.
Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan ucapan selamat kepada Mojtaba usai terpilih menjadi pemimpin baru Iran. Dalam pernyataannya, Putin menilai kepemimpinan Mojtaba akan penuh tantangan karena Iran sedang berperang melawan AS dan Israel.
1. Putin akan berikan ‘dukungan tanpa syarat’ untuk Mojtaba

Oleh karena itu, Putin menegaskan akan memberikan ‘dukungan tanpa syarat’ untuk membantu Iran di bawah tampuk kepemimpinan Mojtaba. Ini merupakan bentuk solidaritas Putin karena Rusia sudah menjadi sekutu Iran sejak lama.
“Saya yakin, Anda akan melanjutkan pekerjaan ayah Anda dengan penuh kehormatan dan memperkuat persatuan rakyat Iran dalam menghadapi cobaan berat,” ujar Putin pada Senin (9/3/2026) dilansir The Hill.
“Dari pihak saya, saya ingin menegaskan dukungan teguh kami kepada Teheran dan solidaritas kami kepada teman-teman kami di Iran. Rusia telah dan akan tetap menjadi mitra terpercaya Republik Islam (Iran),” lanjutnya.
2. Mojtaba menjadi Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan sang ayah

Sebagai informasi, Mojtaba merupakan anak kedua dari Ayatollah Ali Khamenei. Mojtaba terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran berdasarkan keputusan Majelis Pakar (Assembly of Expert) pada Minggu (8/3/2026). Ia menggantikan sang ayah yang tewas imbas serangan AS dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026 lalu.
“Kami akan mematuhi panglima tertinggi hingga tetes darah terakhir kami,” bunyi pernyataan bersama yang dibuat oleh para pejabat Pemerintah Iran mendukung terpilihnya Mojtaba dilansir The Guardian.
Terpilihnya Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi menyudahi masa kepemimpinan panjang Khamenei di Iran. Sebab, Khamenei sudah memimpin Iran selama 37 tahun sejak 1989.
3. Donald Trump tidak senang Mojtaba terpilih jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Namun, terpilihnya Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menuai kecaman dari Presiden AS, Donald Trump. Ia mengaku tidak senang Mojtaba menjadi pemimpin baru Iran menggantikan Khamenei.
Di samping itu, Trump juga marah karena Iran tidak melibatkannya dalam menentukan pemimpin baru. Sebab, sebelum Mojtaba terpilih, Trump sudah secara gamblang mengatakan ingin terlibat dalam memilih Pemimpin Tertinggi Iran yang baru untuk menggantikan Khamenei.
“Saya pikir, mereka telah melakukan kesalahan besar. Saya tidak tahu apakah ini akan bertahan lama. Saya pikir mereka telah melakukan kesalahan. Aku tidak akan memberitahumu. Aku tidak senang dengannya,” ujar Trump pada Senin dilansir Al Jazeera.


















