Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kota Bogor Bakal Punya Sekolah Rakyat 5 Hektare di Rancamaya
Sekjen Kemensos RI, Robben Rico saat meninjau lahan sekolah rakyat di Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). (IDN Times/Linna Susanti)

Intinya sih...

  • Bogor akan memiliki Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school dengan fasilitas lengkap

  • Target daya bisa menampung mencapai 1.000 siswa

  • Konstruksi ditargetkan mulai Juni 2026

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan peninjauan lapangan, terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Rancamaya, Bogor Selatan, Selasa (20/1/2026).

Proyek ini diharapkan menjadi solusi pendidikan berbasis karakter dan keterampilan bagi masyarakat. Pemkot Bogor telah menyiapkan lahan strategis di Jalan Rancamaya Nomor 100 untuk proyek besar ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengatakan koordinasi teknis dengan kementerian terkait sudah mulai berjalan.

"Hari ini ada kunjungan dari Kementerian Sosial terkait peninjauan lokasi. Untuk luas lahan, hitungannya tadi sekitar 5 hektare. Kita akan cek nanti terkait dengan kultur tanah yang ada di Rancamaya ini," ujar Denny kepada awak media.

1. Mengusung konsep boarding school dengan fasilitas lengkap

Emer Islamic Boarding School (EIBOS) sukses menggelar kompetisi tingkat nasional bernama Eduversal Mathematics Competition (EMC), Sabtu (16/11/2024). (Dok. EIBOS).

Sekjen Kemensos, Robben Rico, memaparkan fasilitas yang akan dibangun meliputi asrama siswa dan guru, ruang kelas, laboratorium, tempat ibadah, lapangan olahraga, hingga gedung serbaguna.

Bukan sekadar sekolah biasa, Sekolah Rakyat ini akan menerapkan sistem asrama atau boarding school. Artinya, siswa akan menjalani aktivitas penuh selama 24 jam di lingkungan sekolah.

"Siswa tidak pulang setiap hari, melainkan menginap. Karena ini Sekolah Rakyat, sesuai konsep Bapak Presiden, selain karakter, fokus utamanya adalah keterampilan yang bersertifikasi," jelas Robben.

2. Target daya tampung mencapai 1.000 siswa

Sekjen Kemensos RI, Robben Rico saat meninjau lahan sekolah rakyat di Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Robben menjelaskan, meski diprioritaskan untuk anak-anak di Kota Bogor, sekolah ini juga diproyeksikan menjadi pusat rintisan bagi wilayah lain. Kapasitasnya pun terbilang besar untuk sebuah sekolah berasrama.

"Target daya tampungnya minimal 1.000 sampai 1.080 siswa," ungkap Robben.

Robben menambahkan pada tahun-tahun awal, sekolah ini mungkin akan menampung kiriman siswa dari kabupaten/kota lain yang pembangunan sekolahnya masih dalam proses.

3. Konstruksi ditargetkan mulai Juni 2026

Jajaran pemerintah Kota Bogor saat peninjauan lahan sekolah rakyat di Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/1/2025). IDN Times/Linna Susanti.

Menurut Robben, proses pembangunan akan dikejar secara intensif, agar bisa segera dimanfaatkan. Kemensos menargetkan proses lelang dan pengerjaan fisik tahap awal dapat dimulai pada pertengahan tahun ini.

"Insya Allah paling lambat bulan Juni kita sudah bisa mulai proses lelang, bahkan pekerjaan pertamanya sudah bisa dimulai. Kita kejar dalam 6 bulan ini supaya tahun depan, bulan Juli, sudah bisa digunakan oleh anak-anak," pungkas Robben.

Editorial Team