Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memulai penyelidikan terkait dugaan korupsi di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Namun, kasus ini berbeda dari perkara korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama era Menteri Yaqut Cholil Qoumas.
"Terpisah," ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu saat ditanya mengenai perkara korupsi tersebut, Rabu (12/11/2025).
Sebelumnya, KPK mengungkapkan tengah menyelidiki dugaan korupsi di BPKH. Namun, detailnya tak diungkapkan karena masih dalam tahap penyelidikan.
Asep menjelaskan penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan BPKH mengenai fasilitas penginapan, katering, hingga jasa pengiriman barang jemaah.
“Ada informasi terkait dengan pengiriman barang-barang karena saudara-saudara kita yang berangkat haji itu ada juga yang mengirim barang dan lain-lain. Nah ada informasi yang kami terima, itu juga dimobilisasi atau dikumpulkan. Ini seperti apa? Kerja sama dengan siapa? Apakah dengan PT Pos Indonesia, mungkin perusahaan ekspedisi swasta, atau bagaimana? Nah seperti itu, dan penggunaan dana itu,” jelasnya.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
KPK: Penyelidikan di BPKH Beda dengan Pekara Korupsi Haji Era Yaqut

Plt Deputi Penindakan KPK, Brigjen Pol Asep Guntur Rahayu (kemeja putih) ketika memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. (IDN Times/Santi Dewi)
Take a Deeper Read
Curated For You
- Saujana Para Puan di Tepi Rel: Menyemai Koperasi, Menuai Ekonomi20 Oct 2026, 09:20 WIB
- KPK Selidiki Dugaan Korupsi di BPKH11 Nov 2025, 13:31 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- KPK Dalami Sumber Ambulans Berlogo BPKH yang Disita dari Satori NasDem06 Nov 2025, 11:56 WIB
- BPKH Beberkan Nilai Manfaat Pertumbuhan Dana Haji 202510 Oct 2025, 09:07 WIB
Editorial Team
EditorDheri Agriesta
Related Article
Meniti Harapan Naik Kelas dari Rusunawa Rorotan20 Oct 2026, 22:20 WIB
Netanyahu Pastikan Ben-Gvir Jadi Menteri Senior di Pemerintahan Baru20 Oct 2026, 22:11 WIB
BISA 2026: Inovasi Perusahaan AS Bantu Pertanian dan Energi Jatim20 Oct 2026, 22:09 WIB
Nasib 4 Anak Lu’luatun Bikin Haru, Donasi Warganet Tembus Rp60 Juta20 Oct 2026, 22:08 WIB
Kesaksian Penumpang KMP Batumandi: Saat TIdur, Tiba-tiba Alarm Bunyi 20 Oct 2026, 22:06 WIB
Uang Palsu Rp980 Juta, BI Lampung: Didominasi Emisi 2022 hingga 202420 Oct 2026, 22:03 WIB
Presiden PKS Minta Kebijakan TKD Disusun Berkeadilan, Daerah Harus Berkembang20 Oct 2026, 22:00 WIB
Lithuania Tingkatkan Keamanan usai Upaya Pembakaran Fasilitas Starlink20 Oct 2026, 21:54 WIB
420 Penumpang KMP Batumandi Dievakuasi, Polisi Buka Posko Kehilangan20 Oct 2026, 21:53 WIB
Palestina Desak Aksi Internasional Usai Pemukim Serang Diplomat Eropa20 Oct 2026, 21:47 WIB
6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan20 Oct 2026, 21:46 WIB
Italia Kerahkan 500 Tentara Tambahan untuk Amankan Milan20 Oct 2026, 21:43 WIB
Rumah Bupati Klaten Hamenang Wajar Digeledah, KPK Sita Uang hingga Perhiasan20 Oct 2026, 21:41 WIB
Sosok Ibu Tunggal Meninggal di Atas Motor, Tak Pernah Mengeluh Sakit20 Oct 2026, 21:40 WIB
Pendiri CAN Borneo Buka Suara soal Pertemuan Relawan dengan Menhut20 Oct 2026, 21:38 WIB
GMNI Kaltim Kecam Provokasi Ajudan Gubernur, Desak Proses Hukum20 Oct 2026, 21:37 WIB
BRIN Punya Tiga Calon Vaksin Malaria, Prabowo Minta Segera Riset20 Oct 2026, 21:35 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Protes Mahasiswa Membara di Bandung20 Oct 2026, 21:28 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah20 Oct 2026, 21:28 WIB
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet 2 Tahun Pemerintahan Besok20 Oct 2026, 21:25 WIB