Jakarta, IDN Times - Kapal layar latih TNI Angkatan Laut (AL), KRI Bima Suci, kembali melakukan misi Kartika Jala Krida (KJK) 2026. Misi pelayaran muhibah diplomatik itu telah menuntaskan etape pertama dengan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu (28/3/2026).
Kedatangan kapal itu disambut langsung oleh jajaran petinggi TNI AL, mulai dari Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda Sigit Santoso, hingga Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda Rudhi Aviantara. Rencananya mereka akan berada di Jakarta hingga Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan keterangan dari TNI Angkatan Laut (AL), pelayaran kali ini terasa spesial karena KRI Bima Suci juga mengemban misi ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026. KRI Bima Suci turut membawa 52 kadet dari 24 negara sahabat ikut serta mengarungi samudra bersama para taruna AAL angkatan ke-73.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan Jakarta adalah titik pertama perhentian usai kapal melepas jangkar dari Surabaya.
“Pelayaran ini adalah instrumen diplomasi pertahanan kita. KRI Bima Suci bukan sekadar kapal latih, tapi wahana membangun kepercayaan (mutual trust) dengan negara-negara sahabat melalui kehadiran 52 kadet internasional di atas kapal,” ujar Tunggul di dalam keterangan pada Sabtu (28/3/2026).
