Jubir Gerindra: Lawatan Prabowo ke Prancis Jangan Dipelintir

- Bahtra Banong menegaskan kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Prancis adalah agenda diplomasi strategis yang telah direncanakan lama dan bukan perjalanan pribadi atau isu politik.
- Kunjungan ini memperkuat hubungan Indonesia–Prancis di bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi, serta meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah global.
- Bahtra menyebut kesediaan Prabowo tetap menjalankan tugas kenegaraan saat Idul Adha menunjukkan komitmen menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.
Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, mengatakan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis, merupakan agenda diplomasi strategis negara yang telah direncanakan jauh hari, dan tidak patut dipelintir menjadi polemik politik hanya karena bertepatan dengan momentum Idul Adha 1447 Hijriah.
“Ini bukan perjalanan pribadi Presiden, tetapi tugas negara. Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Idul Adha,” ujar Bahtra dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2025).
1. Prancis mitra penting Indonesia

Bahtra menilai di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang semakin tidak pasti, Presiden Prabowo justru sedang memperjuangkan kepentingan nasional melalui penguatan hubungan strategis Indonesia dengan negara-negara besar dunia, termasuk Prancis yang menjadi mitra penting Indonesia di bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi, dan industri strategis.
Apalagi, kata Bahtra, hubungan Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron sangat erat dalam setahun terakhir. Bahkan, sebelumnya Prabowo menjadi tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day 2025, sebuah penghormatan diplomatik khusus yang tidak diberikan kepada semua pemimpin dunia.
“Yang harus dilihat publik adalah manfaat konkret untuk bangsa, mulai dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia di tingkat global. Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” tegasnya.
2. Indonesia semakin dihormati karena aktif

Menurut Bahtra, Presiden Prabowo sedang menunjukkan kepemimpinan bebas aktif yang bekerja untuk kepentingan besar bangsa, melalui diplomasi internasional.
“Semakin aktif Presiden Prabowo diterima dalam forum internasional, menunjukkan bahwa Indonesia semakin dihormati dan diperhitungkan dalam percaturan global,” kata dia.
3. Kunjungan ke Prancis pada Hari Raya Idul Adha tunjukan kepentingan negara

Bahtra menyebut, Prabowo tentu ingin berada di Indonesia pada momentum hari raya bersama rakyat. Namun, sebagai kepala negara, tugas dan tanggung jawab kenegaraan berjalan 24 jam. Dan disisi lain, Presiden Prabowo juga harus menghormati waktu yang telah disiapkan Presiden Perancis, Emmanuel Macron.
Menurut Bahtra, kesediaan Presiden Prabowo menjalankan kunjungan kerja ke luar negeri di tengah momentum hari raya, justru menunjukkan kepentingan negara dan rakyat ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun simbolik.
“Kesediaan Presiden Prabowo keluar negeri di momen hari raya membuktikan bahwa kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia berada di atas segala-galanya. Ini adalah bentuk pengabdian seorang kepala negara,” ucapnya.

















