Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KRI Prabu Siliwangi-321
KRI Prabu Siliwangi-321 resmi bertolak dari dermaga base Navale Della Spezia, Italia menuju ke Indonesia. (Dokumentasi TNI Angkatan Laut)

Intinya sih...

  • KRI Prabu Siliwangi-321 siap menjaga kedaulatan di laut Indonesia

  • KRI Prabu Siliwangi sukses lakukan uji penembakan meriam berukuran besar

  • Uji penembakan meriam juga untuk mengecek efektivitas operasional

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Setelah menuntaskan berbagai uji coba, kapal perang pesanan TNI Angkatan Laut (AL) Prabu Siliwangi-321 bertolak dari Dermaga Base Navalle Della Spezia, Italia pada Rabu kemarin menuju ke Indonesia. Kapal perang itu dilepas oleh Duta Besar Indonesia untuk Italia dan Vatikan, Junirmart Girsang dan Komandan Satuan Tugas, Laksamana Pertama TNI Sumarji Bimoaji. Sementara, kapal perang itu menuju ke Indonesia berada di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja.

"Momentum itu bukan saja pelayaran menuju ke Tanah Air melainkan langkah besar dalam penguatan postur pertahanan maritim nasional," ujar Kurniawan di dalam keterangan pada Kamis (12/2/2026).

KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan satu dari dua kapal pesanan Kementerian Pertahanan ke galangan kapal Italia, Fincantieri. Satu kapal perang lainnya yakni KRI Brawijaya-320 telah tiba di perairan Indonesia pada 8 September 2025.

Kapal tersebut diproyeksikan menjadi unsur strategis dalam menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional di wilayah perairan Indonesia. "KRI Prabu Siliwangi-321 hadir dengan kesiapan personel yang tangguh dan sistem persenjataan yang telah melalui serangkaian pengujian yang ketat," tutur dia.

1. KRI Prabu Siliwangi-321 siap ditugaskan menjaga kedaulatan di laut Indonesia

KRI Prabu Siliwangi-321 resmi bertolak dari dermaga base Navale Della Spezia, Italia menuju ke Indonesia. (Dokumentasi TNI Angkatan Laut)

Semula, KRI Prabu Siliwangi-321 diprediksi sudah tiba di Tanah Air pada Januari 2026. Namun, sejumlah rencana menggeser hal itu. Diprediksi kapal perang itu tiba di Tanah Air pada Maret 2026.

Pelayaran KRI Prabu Siliwangi-321 menuju ke Indonesia menandai babak baru bagi armada TNI AL.

"Dengan teknologi terkini yang diusung, KRI Prabu Siliwangi-321 siap mengemban tugas sebagai garda terdepan di samudra untuk memastikan Indonesia tetap tegak berdiri," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul di dalam keterangan pada Rabu kemarin.

2. KRI Prabu Siliwangi sukses lakukan uji penembakan meriam berukuran besar

KRI Prabu Siliwangi-321 lakukan uji coba penembakan meriam 127 milimeter di Italia. (Dokumentasi TNI AL)

Salah satu uji coba yang sukses dilakukan oleh KRI Prabu Siliwangi-321 yakni penembakan pertama Meriam Sovraponte 76 mm di perairan Italia pada akhir Januari 2026. Uji penembakan meriam ini merupakan bagian dari sederet proses yang perlu dilakukan sebelum kapal perang milik TNI Angkatan Laut (AL) itu berlayar ke Indonesia.

"Penembakan meriam itu dalam rangka pelayaran uji coba structural firing sebagai bagian dari rangkaian sea going lanjutan," ujar Tunggul.

Kegiatan uji penembakan meriam itu, katanya, juga menguji integrasi sistem senjata dan memastikan seluruh aspek mekanis serta elektrikal berfungsi sesuai dengan spesifikasi teknis. Pada 8 Januari 2026, prajurit TNI AL itu berhasil melakukan pelayaran perdana dari Fincantieri menuju ke Dermaga North Side Arsenale Italian Navy.

3. Uji penembakan meriam juga untuk mengecek efektivitas operasional

KRI Prabu Siliwangi-321 lakukan uji coba penembakan meriam 127 milimeter di Italia. (Dokumentasi TNI AL)

Lebih lanjut, Tunggul mengatakan, penembakan perdana meriam itu menjadi momen penting dalam tahapan uji coba kapal perang milik TNI AL itu. Ketika dilakukan penembakan, tim kapal turut mengamati getaran, respons struktur dan stabilitas platform senjata.

"Semua diamati secara menyeluruh guna menjamin keselamatan dan efektivitas operasional di masa mendatang," ujar perwira tinggi di TNI AL itu.

Ia menyebut seluruh rangkaian kegiatan itu dilaksanakan dengan menerapkan prosedur keselamatan secara ketat, dan melibatkan personel sesuai fungsi serta keahliannya masing-masing.

Tunggul mengatakan dalam uji coba penembakan meriam perdana itu, tim KRI Prabu Siliwangi-321 turut melakukan uji coba peran sekoci. Hal ini dilakukan untuk menguji kesiapan sistem penurunan dan pengoperasian sekoci.

"Uji coba itu juga berfungsi untuk meningkatkan keterampilan awak kapal dalam mendukung keselamatan pelayaran dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat," katanya.

KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan sister ship KRI Brawijaya-320 yang telah lebih dulu dioperasikan TNI AL sejak 2025. Sister ship sendiri merupakan istilah dalam dunia perkapalan yang dimaknai sebagai kapal yang didesain hampir identik satu sama lain.

Editorial Team