Jakarta, IDN Times - Ratusan personel pasukan perdamaian PBB di Lebanon yang tergabung di dalam Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL tiba di Tanah Air pada Minggu (1/2/2026) usai menuntaskan misi perdamaian selama 14 bulan. Mereka menuntaskan misi tersebut menggunakan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 yang merupakan kapal perang korvet kelas SIGMA. Ketibaan mereka disambut langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali.
Suasana penyambutan kian terasa khidmat ketika alunan musik dari trompet, trombon, hingga drum menggema dari pendopo yang berada tepat di seberang dermaga. Irama musik itu menembus derasnya hujan dan debur ombak, menandai momen kedatangan satuan tugas yang baru kembali dari penugasan. Ali kemudian memasuki lapangan upacara saat hujan mulai mereda.
Dari atas geladak KRI Sultan Iskandar Muda, Dansatgas MTF Kontingen Garuda XXVIII-P, Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, turun dan segera melaporkan kedatangannya kepada KASAL sebagai bentuk laporan resmi pelaksanaan tugas. Sebagai tanda penyambutan, Ali mengalungkan bunga ke leher Anugerah.
Ali menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh prajuritnya karena berhasil menunaikan dan menjalankan tugas patroli maritim dan pengamanan perairan sebagai pasukan perdamaian PBB mewakili Indonesia. Hal itu sesuai mandat UNIFIL di Lebanon.
"Satgas MTF juga berhasil melakukan patroli maritim, kerjasama antar angkatan laut negara lain seperti Jerman dan Bangladesh, diplomasi TNI AL serta pengakuan internasional yang diraih dengan menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun kekuatan pertahanan yang profesional, modern dan berdaya saing global," ujar Ali pada Minggu (1/2/2026) di Kolinlamil, Jakarta Utara.
