Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KSAD Lapor ke Prabowo 1.072 Jembatan di Titik Bencana Sedang Dibangun
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak yang meresmikan jembatan di lokasi bencana banjir di Aceh. (Dokumentasi TNI AD)
  • KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa TNI AD tengah membangun 1.072 jembatan di wilayah bencana, dengan 218 jembatan telah rampung dalam waktu 2,5 bulan.
  • Pembangunan jembatan tersebar di beberapa provinsi di Sumatra dan memberikan dampak nyata bagi akses pendidikan serta ekonomi warga, termasuk jenis Bailey, Aramco, dan perintis.
  • TNI AD juga menargetkan penyelesaian 7.000 jembatan pada Oktober 2026 serta mengirimkan 63 alat berat ke Sumatra untuk mempercepat penanganan material banjir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, saat ini TNI AD sedang mengerjakan 1.072 jembatan di lokasi banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Sebanyak 218 jembatan di antaranya sudah rampung.

"Izin melaporkan tentang jembatan, pada saat ini kita sudah mulai mengerjakan 1.072 jembatan, 218 di antaranya sudah selesai," ujar Maruli seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (10/3/2026).

218 jembatan yang telah selesai dibangun itu meliputi 77 jembatan Bailey, 59 jembatan Aramco, dan 82 jembatan perintis. Peresmian jembatan langsung dipantau oleh Prabowo sebagai bentuk apresiasi atas kerja cepat prajurit TNI dalam membantu membuka akses masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana.

Prabowo kagum karena ratusan jembatan bisa rampung dalam waktu 2,5 bulan. Hal itu dianggap prestasi yang luar biasa dan menunjukkan dedikasi tinggi prajurit TNI dalam membantu masyarakat.

"Peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan dalam waktu 2,5 bulan adalah suatu prestasi yang luar biasa. Prestasi ini menunjukkan kesungguhan hati dari seluruh prajurit TNI, seluruh petugas di daerah-daerah yang terkena bencana dan juga daerah-daerah lain yang sangat memerlukan jembatan-jembatan ini," kata Prabowo.

1. Pembangunan jembatan berikan dampak langsung bagi masyarakat

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak yang meresmikan jembatan di lokasi bencana banjir di Aceh. (Dokumentasi TNI AD)

Lebih lanjut, Maruli menyampaikan pembangunan jembatan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak serta mendukung aktivitas ekonomi warga di daerah. Pria yang juga menjabat Komandan Satgas Jembatan itu memaparkan 218 jembatan yang telah rampung dibangun tersebar di tiga provinsi di Pulau Sumatra.

Jembatan yang dibangun itu meliputi 40 unit jembatan Bailey di Aceh, 24 unit Bailey di Sumatra Utara, 11 unit di Sumatra Barat dan 2 unit di Jawa Tengah. Sehingga, total sejauh ini sudah ada 77 jembatan Bailey yang dibangun.

Sementara, jembatan Aramco yang dibangun tersebar 34 unit di Aceh, 15 unit di Sumatra Utara dan 10 unit di Sumatra Barat. Sehingga, total ada 59 jembatan Aramco.

Jembatan perintis atau gantung tersebar di tiga provinsi meliputi 14 unit di Aceh, 10 unit di Sumut, dan 3 unit di Sumbar. Selain itu, ada 55 unit jembatan perintis lainnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

2. Maruli laporkan 7.000 jembatan akan selesai pada Oktober

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak yang meresmikan jembatan di lokasi bencana banjir di Aceh. (Dokumentasi TNI AD)

Selain melaporkan perkembangan jembatan di Pulau Sumatra, Maruli turut menargetkan pembangunan 7.000 jembatan di area lain di Indonesia pada Oktober 2026. "Kami berharap target di bulan Agustus jembatan bisa selesai, sekolah di bulan Oktober selesai di daerah bencana, sedangkan untuk seluruh jembatan yang ada di Indonesia ini. Mudah-mudahan awal tahun depan 7.000 jembatan bisa selesai," ujar jenderal bintang empat itu.

Saat ini, pembangunan jembatan telah berjalan di lebih dari seribu titik di Indonesia. Ia mengatakan, pembangunan jembatan merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh jajaran TNI AD.

3. TNI AD kirimkan 63 alat berat untuk keruk material banjir di Sumatra

Belasan alat berat yang disiapkan di markas Satuan Angkutan Perairan, Jakarta Utara untuk dikirim ke Pulau Sumatra. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, TNI Angkatan Darat (AD) terus mengirimkan bantuan dari Jakarta untuk penanganan banjir Sumatra. Salah satunya 63 alat berat yang dapat digunakan untuk mengeruk material banjir di tiga provinsi itu.

Puluhan alat berat tersebut dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal ADRI -LIII. Ada dua kapal ADRI milik TNI AD yang berangkat ke Pulau Sumatra.

"Ini memang banyak barang pengadaan tahun 2026 yang kami percepat prosesnya. Jadi, yang seharusnya ditempatkan dulu di kesatuan, kami kirim dulu ke lokasi bencana," ujar Maruli di Jakarta Utara pada awal Januari 2026 lalu.

Berdasarkan hasil evaluasi, kata dia, alat berat banyak dibutuhkan di lokasi bencana untuk mengeruk lumpur sisa banjir yang tingginya sudah setara atap rumah. Sebab, mengeruk lumpur tersebut tidak bisa dilakukan secara manual.

"Jadi, mau berapa ribu manusia pun itu mungkin akan sulit sehingga kami harus pakai dump truck (untuk menampung sisa lumpur). Sebab, bila dibersihkan dari jalan langsung mepet ke rumah, sebaliknya bila rumah dibersihkan, maka lumpur akan menutup jalan," kata dia.

Editorial Team