Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, pemberian bantuan untuk korban banjir Sumatra tak perlu meminta izin. Bantuan dari manapun, termasuk dari negara asing tetap akan diterima. Bahkan, dia menegaskan, tak pernah menolak bantuan dari negara lain.
"Kalau mau bantu ya bantu saja. Saya juga bantu, bantu aja. Siapa yang nolak? Enggak ada masalah. Kami juga sudah bantu mulai dari beras, mie instan dan hal lainnya," ujar Maruli di markas Satuan Angkutan Air TNI AD di Jakarta Utara, Selasa (6/1/2026).
Meski begitu, Jenderal bintang empat itu mengeluhkan sering kali bendera negara terlihat dipajang dan mencolok di dekat bantuan yang hendak didistribusikan. Pada akhirnya, bantuan itu juga harus didistribusikan oleh para prajurit TNI AD hingga diterima oleh korban banjir Sumatra.
"Padahal, kami sedang kerja keras, tapi tiba-tiba ada orang yang duduk-duduk sambil mengatakan sudah membantu dengan memberikan beras. Kami juga yang diminta untuk mengangkat (bantuan). Barang (bantuan) kami sendiri saja sudah banyak," tutur Maruli.
Sejak awal Maruli mengatakan, jumlah bantuan untuk korban banjir Sumatra berlimpah. Namun, permasalahannya ada di akses.
"Mau gak yang memberikan bantuan itu ikut ngangkut beras naik ke gunung? Pasti gak akan mau," katanya.
