TNI AD Kirim 63 Alat Berat untuk Keruk Lumpur Sisa Banjir di Sumatra

- Puluhan alat berat didistribusikan ke masing-masing kodam
- TNI AD akan bantu penanganan banjir Sumatra sampai tuntas
Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Darat (AD) terus mengirimkan bantuan dari Jakarta untuk penanganan banjir Sumatra. Salah satunya 63 alat berat yang dapat digunakan untuk mengeruk material banjir di tiga provinsi itu.
Puluhan alat berat tersebut dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal ADRI -LIII. Rencananya, ada dua kapal ADRI milik TNI AD yang berangkat ke Pulau Sumatra.
"Ini memang banyak barang pengadaan tahun 2026 yang kami percepat prosesnya. Jadi, yang seharusnya ditempatkan dulu di kesatuan, kami kirim dulu ke lokasi bencana," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/1/2025).
Berdasarkan hasil evaluasi, kata dia, alat berat banyak dibutuhkan di lokasi bencana untuk mengeruk lumpur sisa banjir yang tingginya sudah setara atap rumah. Sebab, mengeruk lumpur tersebut tidak bisa dilakukan secara manual.
"Jadi, mau berapa ribu manusia pun itu mungkin akan sulit sehingga kami harus pakai dump truck (untuk menampung sisa lumpur). Sebab, bila dibersihkan dari jalan langsung mepet ke rumah, sebaliknya bila rumah dibersihkan, maka lumpur akan menutup jalan," kata dia.
1. Puluhan alat berat akan didistribusikan ke masing-masing kodam

Puluhan alat berat yang dikirim ke Sumatra terdiri ekskavator, dump truck, buldozer, dan ekskavator jenis long arm. Selain itu, ada pula 20 unit mobil penjernih air yang merupakan hibah dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh TNI AD, alat berat yang didistribusikan ke Kodam Iskandar (IM), Aceh yakni ekskavator PC 200 (9 unit), ekskavator longarm (3 unit), buldozer (3 unit) dan dump truck (17 unit). Kemudian, Kodam Bukit Barisan akan menerima ekskavator PC 200 (4 unit), buldozer (2 unit) dan dump truck (8 unit).
Lalu, Kodam Tuanku Imam Bonjol (TIB) akan menerima 5 unit ekskavator PC 200, 2 unit buldozer, dan 10 unit dump truck. Masing-masing juga menerima kendaraan pemadam kebakaran dan kendaraan tanki BBM.
Maruli memastikan, meski banjir Sumatra sudah lewat dari 40 hari bukan berarti penanganan bencana sudah usai. Jenderal bintang empat itu mengatakan, pengiriman alat berat ke Sumatra tidak hanya dilakukan pada hari ini melainkan sejak awal banjir terjadi.
"Setelah beberapa minggu ini mengelola tentang bencana, saya pikir (informasinya) harus didetailkan. Jangan sampai muncul kesan, 'kenapa kok ini sudah sebulan, baru dikirim (alat berat)? Padahal, tidak begitu," kata dia.
2. TNI AD akan bantu penanganan banjir Sumatra sampai tuntas

Maruli juga menyebut TNI AD akan terus membantu penanggulangan bencana di Sumatra hingga tuntas. Sebab, itu merupakan bagian dari tugas pemerintah. Sejauh ini, kata Maruli, semua berjalan sesuai rencana.
"Kalau ada miss-miss sedikit itu biasa. Kalau ada orang komplain kenapa kami lambat, kan memang pembangunan jembatan harus bertahap. Gak mungkin semua bisa dipulihkan tanpa keberadaan jembatan," kata mantan Pangkostrad itu.
Dia pun menilai semua pihak harus duduk bersama sehingga bila ada pertanyaan bisa direspons secara langsung.
3. Jumlah korban meninggal akibat banjir Sumatra sudah mencapai 1.178 jiwa

Sementara, berdasarkan data BNPB yang dikutip pada Selasa, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.178 jiwa. Meski begitu, angka tersebut masih berpotensi bertambah lantaran masih ada 148 orang lainnya yang hilang.
Sedangkan, sebanyak 242.200 warga masih tinggal di tempat pengungsian. Sebanyak 53.432 rumah-rumah warga di tiga provinsi itu mengalami kerusakan berat.

















