Jakarta, IDN Times - Suasana Markas Komando Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) di Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026) terlihat haru. Keluarga dan ahli waris dari 23 prajurit marinir TNI AL mendapat rumah dan santunan. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyerahkan bantuan itu.
"Dari 23 ahli waris, sebanyak 12 keluarga prajurit yang telah berkeluarga menerima bantuan berupa rumah sesuai domisili masing-masing. Sedangkan, 11 ahli waris prajurit yang belum berkeluarga menerima santunan," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, dalam keterangan pers, Jumat (20/2/2026).
Bantuan tersebut, kata jenderal bintang satu itu, menjadi simbol solidaritas dan kepedulian keluarga besar TNI AD terhadap para prajurit yang gugur serta keluarga yang ditinggalkan. Momen pemberian santunan itu menjadi langka, karena selain Maruli, turut dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono.
Hadir pula Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Bahkan, menurut keterangan marinir TNI AL, ini kali pertama tiga kepala staf berkumpul di markas marinir sebagai simbol kebersamaan, empati dan tanggung jawab moral atas duka yang dirasakan bersama.
Maruli pun ikut mengamini pandangan dari marinir TNI AL. Kehadiran ini menegaskan duka satu matra adalah duka seluruh keluarga besar TNI.
"Mereka pergi tidak percuma sebagai kusuma bangsa yang patut dibanggakan. Apa yang kami berikan tidak dapat mengembalikan keadaan. Namun, kami berharap dapat semakin mempererat ikatan kekeluargaan antara keluarga yang ditinggalkan di TNI," kata jenderal bintang empat itu.
