Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

TNI AL: 18 Jenazah Marinir yang Tertimbun Longsor Telah Ditemukan

TNI AL: 18 Jenazah Marinir yang Tertimbun Longsor Telah Ditemukan
Proses pemulangan jenazah prajurit marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang jadi korban tertimbun tanah longsor di Cisarua, Jawa Barat. (Dokumentasi TNI AL)
Intinya sih...
  • 18 jenazah marinir yang tertimbun longsor telah ditemukan, 5 prajurit masih dicari
  • 23 prajurit marinir TNI AL sedang latihan pratugas di Cisarua saat kejadian longsor
  • KSAL menjamin masa depan anak-anak dari 23 prajurit marinir yang meninggal, termasuk beasiswa penuh hingga lulus sarjana
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Suasana khidmat terlihat menyelimuti landasan udara Pondok Cabe, Jakarta pada Rabu (11/2/2026). Saat itu, di sana digelar prosesi pemulangan jenazah prajurit marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang tertimbun longsor pada 24 Januari 2026.

Jenazah yang diterbangkan ke Lampung berjumlah satu orang atas nama Kopka Mar (Anumerta) Edi Hariyono. Prosesi dimulai dengan salat jenazah dan dilanjutkan upacara pelepasan

"Ini menjadi simbol penghargaan tertinggi atas keringat dan dedikasi yang telah almarhum persembahkan bagi bangsa dan negara," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, dalam keterangan yang dikutip Jumat (13/2/2026).

Upacara pemulangan jenazah dipimpin oleh Kepala Staf Korps Marinir, Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan yang mewakili Panglima Korps Marinir TNI AL.

1. Baru 18 jenazah marinir yang ditemukan

TNI AL: 18 Jenazah Marinir yang Tertimbun Longsor Telah Ditemukan
Proses pemulangan jenazah prajurit marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang jadi korban tertimbun tanah longsor di Cisarua, Jawa Barat. (Dokumentasi TNI AL)

Dengan ditemukannya satu jenazah lainnya, maka total personel marinir yang berhasil dievakuasi dalam keadaan tak bernyawa mencapai 18 jiwa. Belasan personel marinir itu juga sudah dimakamkan di masing-masing kampung halaman

Masih ada lima prajurit marinir lainnya yang belum ditemukan. Meski Badan SAR Nasional sudah mengakhiri pencarian terhadap korban bencana tetapi Korps Marinir tetap melanjutkan pencarian.

"Korps marinir TNI AL tetap berkomitmen melanjutkan pencarian lima prajurit lainnya hingga tujuh hari ke depan," tutur dia.

Langkah ini diambil bukan sekadar prosedur, melainkan janji moral dan ikatan persaudaraan yang tak akan putus.

"Korps marinir TNI AL berkomitmen untuk membawa pulang seluruh rekan perjuangan mereka. Mereka akan memastikan tak ada satu pun prajurit yang tertinggal di medan tugas," katanya.

2. 23 prajurit marinir TNI AL sedang latihan pratugas

TNI AL: 18 Jenazah Marinir yang Tertimbun Longsor Telah Ditemukan
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali (tengah) di geladak di KRI SIM-367, Jakarta Utara. (Dokumentasi TNI AL)

Sementara Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali pernah menjelaskan, 23 prajurit marinir TNI AL tengah berada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, saat kejadian longsor karena mengikuti latihan pengamanan sebelum dikirim untuk bertugas di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

"Mereka berada di sana karena tengah melaksanakan latihan pratugas untuk melakukan pengamanan perbatasan di Indonesia-Papua Nugini. Jadi, memang di sana sedang berlatih," ujar Ali usai mengikuti rapat kerja Menhan dan komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (26/1/2026).

Ali mengatakan, saat itu kondisi di Kecamatan Cisarua tengah diguyur hujan lebat selama dua malam. "Itu mungkin yang mengakibatkan longsor dan menimpa satu desa. Kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana," kata dia.

3. KSAL jamin kehidupan anak dari 23 prajurit marinir yang meninggal

TNI AL: 18 Jenazah Marinir yang Tertimbun Longsor Telah Ditemukan
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali mengunjungi prajurit marinir TNI AL yang bertugas di Gedung DPR. (Dokumentasi TNI AL)

Ali menambahkan, TNI AL akan menjamin masa depan anak-anak dari 23 marinir yang gugur dalam peristiwa tanah longsor di Cisarua. Ia pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya puluhan prajurit marinir itu.

Ia menegaskan, komitmen negara untuk memenuhi segala hak keluarga yang ditinggalkan. “TNI AL menjamin seluruh hak para prajurit yang gugur dan keluarga akan dipenuhi sepenuhnya, sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ali, Kamis, 29 Januari 2026.

Tak hanya memberikan santunan, Ali memastikan pendidikan anak-anak korban terjamin. TNI AL menyiapkan beasiswa penuh hingga mereka lulus sarjana.

Bahkan, Ali membuka jalan lebar bagi anak-anak tersebut jika ingin mengikuti jejak sang ayah mengabdi sebagai tentara. "(Akan) diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI atau TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More

Sambut HUT DKI, Pramono Gelar MTQ dan Haul Ulama Betawi

13 Feb 2026, 10:44 WIBNews