Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KSP Beberkan Capaian Penguatan Energi ala Prabowo
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah di bawah Presiden Prabowo fokus mempercepat pengembangan PLTS dan bantuan pasang baru listrik demi pemerataan akses energi berkelanjutan di seluruh Indonesia.
  • KSP menyebut pemanfaatan PLTS ditargetkan mencapai 1,49 Gigawatt pada akhir 2025, dengan manfaat nyata bagi masyarakat terpencil melalui Program Listrik Desa.
  • Program Bantuan Pasang Baru Listrik telah menjangkau lebih dari 220 ribu rumah tangga, melampaui target dan memperkuat ketahanan energi nasional lewat perluasan akses listrik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memacu pengembangan infrastruktur energi agar seluruh masyarakat mendapatkan akses listrik yang layak dan berkelanjutan. Fokus utama saat ini tertuju pada percepatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan program bantuan pasang baru bagi warga kurang mampu.

Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat kemandirian energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang rentan terhadap dinamika global. Kepala Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari mengatakan, hingga akhir tahun 2025, capaian pemanfaatan PLTS di Indonesia memiliki total kapasitas mencapai 1,49 Gigawatt.

“Dampak positif dari transisi energi ini sangat dirasakan oleh masyarakat di wilayah terpencil melalui program PLTS Off-Grid Isolated (Program Listrik Desa),” ujar Qodari di kantor KSP, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

1. Ketahanan energi jadi fondasi kemandirian bangsa

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Qodari mengatakan, ketahanan energi menjadi fondasi kemandirian bangsa. Oleh karena itu, perlu ada perluasan transisi energi hijau.

"Pemerintah berkomitmen mewujudkan masyarakat yang merdeka dari kegelapan dan memastikan keadilan energi dirasakan merata hingga ke pelosok desa," ucap dia.

Qodari menjelaskan, ada 500 rumah di Pulau Sakala dan 400 rumah di Pulau Karamian, Kabupaten Sumenep telah mendapat aliran listrik dari PLTS berkapasitas 275 kWp. Menurut Qodari, sebelumnya masyarakat menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel agar rumahnya bisa diterangi lampu.

2. Ada Bantuan Pasang Baru Listrik

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Selain itu, Qodari menjelaskan, pemerintah juga membuat program Bantuan Pangan baru Listrik (BPBL). Hingga 11 Maret 2026, program tersebut telah menyasar 220.857 rumah.

Angka tersebut mencapai 102,72 persen dari target. Program tersebut berupa instalasi tiga lampu, satu stop kontak, sertifikat instalasi, pemasangan dya 900 VA dan token listrik di awal sebesar Rp100 ribu.

3. BPBL perkuat ketahanan energi

Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari. (IDN Times/Yuko Utami)

Lebih lanjut, Qodari mengatakan, BPBL merupakan bagian untuk memperkuat ketahanan energi.

“Secara nasional, Program BPBL turut memperkuat ketahanan energi melalui perluasan akses listrik bagi masyarakat yang sebelumnya belum terlayani,” imbuhnya.

Editorial Team