Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Langkah Baru ASN Ikut Komcad, dari Meja Kerja ke Latihan Militer
Pemerintah resmi melepas sebanyak 2.109 calon Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian/lembaga. Upacara pelepasan calon ASN Komcad gelombang pertama ini digelar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Sebanyak 2.019 ASN dari 49 kementerian resmi dilepas mengikuti program Komponen Cadangan, sebagai bagian dari gelombang pertama pelatihan dasar militer yang digelar Kementerian Pertahanan dan TNI.

  • Peserta seperti Suherlan dan Maulidia melihat program ini sebagai kesempatan langka untuk menumbuhkan disiplin, memperkuat karakter, serta menyalurkan semangat pengabdian di luar rutinitas kerja ASN.

  • Pelatihan mencakup tes jasmani, psikologi, ideologi, hingga pembekalan karakter dan pengetahuan dasar senjata guna membentuk ASN yang lebih tangguh, berjiwa korsa, dan siap menghadapi tantangan nasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Maret 2026

Maulidia Fatima Latifa Nisa menyiapkan proses alih tugas kepada rekan-rekannya sejak sebulan sebelum keberangkatan untuk mengikuti Komcad.

13 April 2026

Pemerintah melepas 2.019 calon Komcad ASN dari 49 kementerian/lembaga di kawasan Monas, Jakarta. Upacara diikuti oleh ASN seperti Suherlan Maulana dan Maulidia Fatima Latifa Nisa yang telah lulus seleksi administrasi dan kesehatan.

pertengahan tahun 2026

Gelombang kedua pelatihan Komcad ASN dijadwalkan dimulai, dengan tambahan sekitar 2.000 peserta sesuai rencana Kementerian Pertahanan dan TNI.

kini

Para peserta gelombang pertama tengah menjalani serangkaian tes psikologi, ideologi, dan jasmani sebelum memasuki pelatihan intensif selama 45 hari tanpa jeda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah melepas 2.109 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian dan lembaga untuk mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad) yang mencakup pelatihan dasar militer, karakter, dan kedisiplinan.
  • Who?
    Peserta terdiri dari ASN berbagai kementerian, termasuk Suherlan Maulana dari Kementerian Sosial dan Maulidia Fatima Latifa Nisa dari Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kabacadnas Letjen TNI Gabriel Lema yang memimpin pelepasan.
  • Where?
    Kegiatan pelepasan berlangsung di kawasan Monas, Jakarta, dengan peserta selanjutnya dikirim ke enam lembaga pendidikan militer yang telah disiapkan oleh Kementerian Pertahanan dan TNI.
  • When?
    Pelepasan dilaksanakan pada Senin pagi, 13 April 2026, sebagai bagian dari gelombang pertama program Komcad tahun ini yang akan berlanjut hingga akhir tahun.
  • Why?
    Program ini bertujuan membentuk ASN yang lebih disiplin, tangguh secara mental, memiliki jiwa korsa, serta meningkatkan kepedulian dan kemampuan kerja sama lintas instansi dalam mendukung tugas negara.
  • How?
    Peserta menjalani seleksi administrasi dan kesehatan sebelum diberangkatkan untuk mengikuti tes psikologi, ideologi, jasmani, serta pelWhat?Pelepasan 2.019 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian/lembaga untuk mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad) gelombang pertama yang mencakup pelatihan dasar militer dan pembentukan karakter.Who?Para ASN peserta Komcad, termasuk Suherlan Maulana dari Kementerian Sosial dan Maulidia Fatima Latifa Nisa dari Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kabacadnas Letjen TNI Gabriel Lema yang memimpin pelepasan.Where?Kegiatan pelepasan berlangsung di kawasan Monas, Jakarta, dengan pelatihan selanjutnya dilaksanakan di enam lembaga pendidikan yang disiapkan oleh Kementerian Pertahanan dan jajaran TNI.When?Pelepasan dilakukan pada Senin pagi, 13 April 2026, sebagai bagian dari program Komcad tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung dalam dua gelombang sepanjang tahun ini.Why?Program ini bertujuan membentuk ASN yang lebih disiplin, berkarakter kuat, memiliki jiwa korsa, serta meningkatkan kesiapan mental dan kepedulian terhadap tugas negara melalui latihan dasar militer.How?Peserta menjalani seleksi administrasi dan kesehatan sebelum diberangkatkan ke lembaga pendidikan untuk mengikuti tes psikologi, ideologi, jasmani,
  • What?
    Pelepasan 2.019 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian/lembaga untuk mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad) gelombang pertama yang mencakup pelatihan dasar militer dan pembentukan karakter.
  • Who?
    Para ASN peserta Komcad, termasuk Suherlan Maulana dari Kementerian Sosial dan Maulidia Fatima Latifa Nisa dari Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kabacadnas Letjen TNI Gabriel Lema yang memimpin pelepasan.
  • Where?
    Kegiatan pelepasan berlangsung di kawasan Monas, Jakarta, dengan pelatihan selanjutnya dilaksanakan di enam lembaga pendidikan yang disiapkan oleh Kementerian Pertahanan dan jajaran TNI.
  • When?
    Pelepasan dilakukan pada Senin pagi, 13 April 2026, sebagai bagian dari program Komcad tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung dalam dua gelombang sepanjang tahun ini.
  • Why?
    Program ini bertujuan membentuk ASN yang lebih disiplin, berkarakter kuat, memiliki jiwa korsa, serta meningkatkan kesiapan mental dan kepedulian terhadap tugas negara melalui latihan dasar militer.
  • How?
    Peserta menjalani seleksi administrasi dan kesehatan sebelum diberangkatkan ke lembaga pendidikan untuk mengikuti tes psikologi, ideologi, jasmani,
  • What?
    Pelepasan 2.019 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian/lembaga untuk mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad) gelombang pertama yang mencakup pelatihan dasar militer dan pembentukan karakter.
  • Who?
    Para ASN peserta Komcad, termasuk Suherlan Maulana dari Kementerian Sosial dan Maulidia Fatima Latifa Nisa dari Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kabacadnas Letjen TNI Gabriel Lema yang memimpin pelepasan.
  • Where?
    Kegiatan pelepasan berlangsung di kawasan Monas, Jakarta, dengan pelatihan selanjutnya dilaksanakan di enam lembaga pendidikan yang disiapkan oleh Kementerian Pertahanan dan jajaran TNI.
  • When?
    Pelepasan dilakukan pada Senin pagi, 13 April 2026, sebagai bagian dari program Komcad tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung dalam dua gelombang sepanjang tahun ini.
  • Why?
    Program ini bertujuan membentuk ASN yang lebih disiplin, berkarakter kuat, memiliki jiwa korsa, serta meningkatkan kesiapan mental dan kepedulian terhadap tugas negara melalui latihan dasar militer.
  • How?
    Peserta menjalani seleksi administrasi dan kesehatan sebelum diberangkatkan ke lembaga pendidikan untuk mengikuti tes psikologi, ideologi, jasmani,
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pagi di Monas banyak pegawai negeri berdiri rapi mau ikut latihan tentara. Ada Pak Suherlan dan Mbak Maulidia yang semangat sekali. Mereka mau belajar disiplin dan kuat. Keluarga mereka mendukung, walau ada yang cemas. Sekarang mereka ikut tes supaya bisa latihan 45 hari bareng ribuan orang lain dari banyak kantor pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Program keikutsertaan ASN dalam Komponen Cadangan menggambarkan semangat baru untuk tumbuh dan mengabdi dengan lebih disiplin. Dari rasa penasaran hingga tekad pribadi, para peserta menunjukkan kesiapan meninggalkan rutinitas demi pembentukan karakter dan ketahanan mental. Dukungan keluarga serta kolaborasi lintas kementerian memperkuat makna kebersamaan dalam upaya membangun jiwa korsa di lingkungan aparatur negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Senin (13/4/2026) pagi di kawasan Monas terasa berbeda. Barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdiri rapi, mengenakan semangat baru yang tak biasa. Di antara riuh suara komando dan pengumuman, ada harapan-harapan kecil yang diam-diam tumbuh tentang disiplin, tentang pengabdian, dan tentang menjadi versi diri yang lebih kuat.

Di hari itu, langkah mereka bukan sekadar mengikuti upacara calon Komponen Cadangan (Komcad). Lebih dari itu, ini adalah awal perjalanan—yang bagi sebagian orang, terasa seperti panggilan.

1. Dari rasa penasaran, tumbuh keinginan Jadi lebih disiplin

Suherlan Maulana (35), ASN Kementerian Sosial dari Kabupaten Sukabumi (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Suherlan Maulana (35), ASN Kementerian Sosial dari Kabupaten Sukabumi, mengaku awalnya ikut Komcad hanya diliputi rasa penasaran. Baginya, kesempatan mengikuti latihan militer sebagai Komcad adalah sesuatu yang tak biasa.

“Pertama mengajukan diri karena sangat menarik ya ada Komcad latihan militer. Penasaran aja, mudah-mudahan ini menjadi pribadi yang lebih disiplin lagi di dalam bekerja, gitu aja lah,” kata dia saat ditemui usai upacara di lokasi.

Keikutsertaannya pun bukan tanpa persiapan. Ia mendaftar melalui mekanisme resmi di kementerian dan kini telah mendapatkan surat tugas. Untuk sementara, pekerjaan hariannya diserahkan kepada timnya.

“Sama rekan-rekan yang lain, tim. Tim dari kabupaten dan kecamatan masing-masing,” katanya.

Bagi Suherlan, ini bukan sekadar jeda dari rutinitas, melainkan jeda untuk bertumbuh. Ia berharap, jika nanti lolos seluruh tahapan, pengalaman ini bisa membentuknya menjadi ASN yang lebih tepat waktu dan berdisiplin tinggi.

2. Kesempatan sekali seumur hidup dan rindu yang terobati

Maulidia Fatima Latifa Nisa (24), CPNS dari Kementerian Ekonomi Kreatif (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Di sisi lain, Maulidia Fatima Latifa Nisa (24), CPNS dari Kementerian Ekonomi Kreatif, melihat Komcad sebagai peluang langka yang tak ingin ia lewatkan.

“Kalau untuk saya pribadi, jujur karena saya ngelihat ini tuh kesempatan sekali seumur hidup ya. Karena belum semua pasti kebagian,” tuturnya.

Kecintaannya pada aktivitas luar ruang juga menjadi alasan tersendiri. Ia mengaku sering mendaki gunung sebelum menjadi ASN—kegiatan yang kini sulit dilakukan karena kesibukan kerja.

“Jadi pas ada kegiatan Komcad ini saya dengan senang hati ikut, gitu. Kayak ngobatin rindu, gitu,” ucapnya sambil tersenyum.

Meski begitu, ia tetap memastikan tanggung jawabnya di kantor berjalan. Sejak sebulan lalu, Maulidia sudah menyiapkan proses alih tugas kepada rekan-rekannya, lengkap dengan panduan kerja.

“Jadi tujuannya agar ketika saya pergi, masih ada rekan kerja yang melanjutkan pekerjaan saya, seperti itu,” katanya.

3. Di balik seragam, ada doa dan dukungan keluarga

Pemerintah resmi melepas sebanyak 2.109 calon Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian/lembaga. Upacara pelepasan calon ASN Komcad gelombang pertama ini digelar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Di balik langkah mantap para peserta, terselip cerita keluarga yang tak kalah menguatkan. Suherlan, yang telah berkeluarga dan memiliki anak, mengaku mendapat dukungan penuh dari rumah.

“Sangat mendukung, keluarga sangat mendukung, sangat antusias. Tidak ada hambatan dan tidak ada permasalahan apa-apa,” ujarnya.

Sementara itu, Maulidia merasakan campuran emosi dari orang tuanya. Sang ibu sempat diliputi kekhawatiran, bahkan tak bisa tidur karena cemas. Namun di sisi lain, ayahnya justru memberi semangat penuh.

“Kalau bapak saya, ‘Semangat, Mbak!’ kayak gitu. Jadi didukung, gitu,” katanya.

Kini, keduanya bersiap menghadapi serangkaian seleksi, mulai dari tes jasmani hingga psikologi. Jika lolos, mereka akan menjalani pelatihan intensif selama 45 hari—tanpa jeda, tanpa pulang.

Di bawah langit Jakarta yang mulai beranjak siang, langkah-langkah itu terus bergerak. Mungkin berat, mungkin melelahkan. Tapi di sanalah, harapan-harapan kecil itu ditempa—menjadi lebih kuat, lebih disiplin, dan lebih siap mengabdi.

Untuk diketahui, pemerintah resmi melepas sebanyak 2.019 calon Komcad ASN dari 49 kementerian/lembaga.

Kabacadnas Letjen TNI, Gabriel Lema menjelaskan, ribuan ASN ini sudah dinyatakan lulus tahap awal seleksi berupa administrasi dan kesehatan. Kemudian mereka dikirim ke enam lembaga pendidikan untuk mengikuti tes psikologi, ideologi, dan jasmani.

"Hari ini dipandang perlu untuk kita melakukan kegiatan secara kolaboratif bersama seluruh kementerian, ada 49 kementerian/lembaga, dalam rangka untuk memastikan kesiapan sesuai rencana di program gelombang pertama ini, diberangkatkan ke enam Lemdik yang sudah disiapkan oleh Kemhan dan jajaran TNI," kata dia di lokasi.

Gabriel menjelaskan, total ada sekitar 4.000 ASN yang mengikuti komcad pada tahun ini. Dengan rincian terbagi menjadi dua gelombang.

"Kemudian sudah direncanakan tahun ini, 4.000 ASN yang akan disiapkan, yang sudah kita petakan pendidikannya dilalui dengan dua gelombang. Tiap gelombang 2.000. Sehingga ini gelombang pertama selesai nanti kita akan siapkan di pertengahan tahun menuju ke akhir tahun 2.000 lagi," tuturnya.

Gabriel memaparkan, para peserta akan diberikan pembekalan kurikulum terkait pelatihan dasar militer. Salah satunya mengenai pendidikan karakter agar ASN lebih peduli, disiplin, dan memiliki jiwa korsa.

"Terkait dengan materi, saya kira kita secara basic Kementerian Pertahanan ini dalam pelaksanaan pembentukan Komcad sudah mempunyai perangkat ataupun kurikulum dalam konteks Latsarmil. Ya konsep dalam konteks yang sederhana saja, bagaimana kita membangun kepedulian, karakter itu dimulai dengan sehati, mengerti tentang tugas, kemudian kepedulian, pembentukan jiwa korsa," tuturnya.

"Kemudian dalam rangka untuk memantapkan jiwa disiplin, kita tahu dalam pelaksanaan pendidikan nanti latihan, sederhana bagaimana mereka dengan suatu kurikulum yang sudah ditata dari waktu ke waktu, ini menuntut disiplin waktu, disiplin kegiatan. Dan lebih jauh daripada itu, bagaimana ketahanan mental mereka ini yang harus disiapkan," sambungnya.

Gabriel menuturkan, semua profesi di jajaran kementerian punya bobot tugas negara yang berbeda-beda, namun kewajiban itu harus dimatangkan melalui pendidikan karakter dan mental.

"Di samping itu juga, bagaimana model penyelesaian suatu permasalahan, problem solving ini yang paling penting. Tidak secepatnya menanggapi sesuatu itu dalam konteks sesuai dengan pemikiran sebatas pribadi, tapi bagaimana membentuk kolaborasi kelompok bahkan unit sampai dengan satuan hubungan kementerian," ungkap dia.

Lebih lanjut, Gabriel juga menyebut, ASN akan diajarkan mengenai pengetahuan dasar operasional senjata. Mereka mendapat pelatihan menembak terbatas.

"Iya (operasi senjata diajarkan) , pengetahuan dasar. Jadi kurikulum sudah diatur kaitan dengan nuansa yang bersifat militer, itu bersifat pengetahuan. Pengetahuan terbatas ya, senjata juga demikian. Karena mereka pun nanti harus melaksanakan latihan menembak terbatas. Tentunya pengetahuan senjata juga demikian," imbuhnya.

Editorial Team