Comscore Tracker

Bawaslu: 284 APK Milik Gibran dan Bagyo Langgar Kampanye Pilkada Solo

APK dipasang di lima kecamatan wilayah Solo

Surakarta, IDN Times - Sebanyak 284 Alat Peraga Kampanye (APK) milik kedua pasangan calon diduga melanggar aturan kampanye Pilkada Kota Solo. APK dari berbagai jenis itu terpasang dan tersebar di lima kecamatan di wilayah Solo.

APK milik pasangan calon nomor urut 1 Gibran Rakabuming Raka -Teguh Prakosa dan paslon nomor urut 2 Bagyo Wahyono-FX Suparjo (Bajo) yang terpasang belum merupakan desain yang telah disetujui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo.

Baca Juga: Pilkada Solo: Harta Kekayaan Gibran Rakabuming 10 Kali Bagyo Wahyono

1. APK kedua pasangan calon dipasang di lokasi terlarang

Bawaslu: 284 APK Milik Gibran dan Bagyo Langgar Kampanye Pilkada SoloPoster 'Kita Bukan Boneka' mengiringi paslon Bajo mendaftar ke KPU Solo. IDN Times/Larasati Rey

Anggota Bawaslu Koordinator divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga Kota Solo Muh Muttaqin menyebutkan, pemasangan APK yang melanggar tersebut saat ini sudah diinventarisir jajaran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kecamatan melalui Panwaslu kelurahan.

Dalam catatan pihaknya, APK milik paslon 1 Gibran-Teguh dan paslon 2 Bajo yang terpasang, belum merupakan desain yang telah disetujui KPU Solo.

“APK juga banyak terpasang di pohon, persimpangan jalan, tiang listrik hingga melintang jalan. Hal ini tentu saja pelanggaran, karena selain bukan APK desain yang disetujui KPU, juga terpasang melanggar Perwali Nomor 2 Tahun 2009,” ujar Muttaqin, Senin, 5 Oktober 2020.

2. Bawaslu turunkan APK yang melanggar aturan

Bawaslu: 284 APK Milik Gibran dan Bagyo Langgar Kampanye Pilkada SoloKampanye Paslon Gibran-Teguh dengan menggunakan virtual box keliling kampung untuk berdialog dengan warga. Dok.Gibran Rakabuming Raka

Muttaqin mengatakan, Bawaslu telah memberikan surat kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, untuk segera menertibkan APK terlarang tersebut. Dalam isi surat tersebut juga mencantumkan titik lokasi beserta foto APK yang melanggar untuk memudahkan penertiban.

Bawaslu juga meminta agar segenap tim kampanye kedua pasangan calon menaati aturan kampanye yang saat ini sudah tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11 Tahun 2020, maupun di PKPU Nomor 13 Tahun 2020.

“Setelah APK yang melanggar ini diturunkan, maka kedua paslon bisa memasang APK yang sudah disetujui KPU Surakarta. Meski demikian kami juga meminta agar pemasangan tetap memperhatikan aturan yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 2 tahun 2009,” pungkasnya.

3. Di Kecamatan Serengan paling banyak ditemukan APK yang dipasang di area terlarang

Bawaslu: 284 APK Milik Gibran dan Bagyo Langgar Kampanye Pilkada SoloPengambilan nomor paslon Gibran-Teguh dan Bajo. IDNTimes/Larasati Rey

Dari catatan Bawaslu Kota Solo, Kecamatan Serengan menjadi satu-satunya kecamatan dengan jumlah pelanggaran pemasangan APK terbanyak, yakni mencapai 156 pelanggaran.

Kemudian, disusul Kecamatan Laweyan dan Kecamatan Pasar Kliwon dengan 45 pelanggaran, Kecamatan Jebres 22 pelanggaran, dan terakhir Kecamatan Banjarsari 16 pelanggaran.

Baca Juga: Lolos di Pilkada Solo, Gibran Rakabuming 'Dibantu' Presiden Jokowi?

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya