Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti menilai, pidato Presiden RI, Prabowo Subianto soal Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027 dalam rapat paripurna di DPR bukan sekadar pemaparan APBN tahunan. Menurut Azis, pidato itu menjadi upaya membaca ulang perjalanan ekonomi Indonesia dari era kolonial hingga tantangan geoekonomi modern.
Dalam catatannya bertajuk 'Dari Negeri Rempah ke Negara Besar', Azis menyebut Indonesia sejak dahulu menjadi pusat perebutan kekayaan dunia. Namun, hingga kini Indonesia dinilai masih menghadapi paradoks sebagai negara kaya sumber daya yang belum sepenuhnya mampu mengubah kekayaannya menjadi kekuatan nasional yang utuh.
"Saya melihatnya sebagai upaya membaca ulang perjalanan ekonomi bangsa ini, bagaimana sebuah negeri yang begitu kaya terlalu lama gagal mengubah kekayaannya menjadi kekuatan nasional yang utuh," kata dia dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
