Mantan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda di Istana Merdeka (IDN Times/M Ilman Nafian)
Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi tertutup dengan sejumlah tokoh di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3) malam. Pertemuan ini menghadirkan mantan presiden, mantan wakil presiden, ketua umum partai politik, dan mantan menteri luar negeri.
Diskusi berlangsung 3,5 jam, dari pukul 19.30 hingga 23.00 WIB, membahas geopolitik global yang memanas akibat perang Iran vs AS dan Israel.
Mantan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, mengatakan Presiden Prabowo memaparkan perkembangan dunia terkini, khususnya serangan AS dan Israel terhadap Iran.
"PBB sudah tidak berperan, dan aturan atau rule based order hanya on paper dan memang tidak ada kekuatan pemaksa, apalagi kalau itu berkaitan dengan negara-negara besar," ujar Hassan.
Situasi memaksa Indonesia untuk pandai menempatkan diri menghadapi tantangan kompleks.
"Beliau, maksud saya Bapak Presiden, menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi hidup kita di antara, bukan hanya dua karang, tapi sekarang beberapa karang, dan itu tidak mudah," ucap Hassan.
Diskusi juga menyoroti dampak terhadap pasokan minyak dan gas global. Para tokoh bangsa turut menghitung kalkulasi durasi konflik.
"Reaksi perlawanan di sekitar negara-negara Timur Tengah juga akan besar, membesar, dan karena itu perang berlangsung lama," kata Hassan.