Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Masih Ada Daerah Terisolir, Menhan Minta Bantuan Dikirim Lewat Udara
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika memimin rapat koordinasi penanganan bencana di Pidie, Aceh. (www.instagram.com/@kemhanri)

Intinya sih...

  • TNI AU angkut 7 ton bantuan untuk korban bencana di Sumatra Utara

  • TNI AU kerahkan 4 helikopter Caracal H-225M untuk distribusi bantuan

  • BNPB akui logistik direbut warga di Sumatra Utara karena kebutuhan makanan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nyaris sepekan banjir hebat dan longsor menghantam tiga provinsi di Pulau Sumatra. Namun, sejumlah lokasi masih terisolir lantaran akses jalan dan komunikasi tertutup.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin pun memerintahkan TNI agar distribusi bantuan dilakukan melalui udara. Selain lebih cepat, begitu tiba bantuan bisa langsung didisribusikan.

"Selanjutnya cara untuk mengirim (bantuan) lebih cepat, Panglima TNI akan men-drop (bantuan) dari udara. Kemudian dibawa oleh para prajurit di bawah dan langsung dibagi kepada para pengungsi," ujar Sjafrie di lokasi pengungsian di Aceh, dikutip Minggu (30/11/2025).

Ia menambahkan, para pengungsi tidak perlu keluar dan berebut bantuan. Mereka cukup berada di tempat dan bantuan akan diantarkan ke lokasi pengungsian.

Sementara, menurut data dari Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah titik yang masih terisolir di wilayah Aceh, berada di Lhokseumawe, Aceh Tamiang dan Kabupaten Bener Meriah. Sedangkan, di Sumatra Utara, wilayah terparah yang kena dampak berada di Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Selain keterbatasan logistik, jaringan komunikasi dan listrik juga masih terputus di wilayah tersebut.

1. TNI AU berhasil angkut tujuh ton bantuan untuk warga Sumut

Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) berhasil mendarat di Bandara Pinangsori, Tapanuli Tengah. (Dokumentasi TNI AU)

Sementara itu, TNI Angkatan Udara (AU) berhasil mengangkut 7 ton bantuan untuk korban bencana di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara pada Jumat, 28 November 2025. Bantuan yang diangkut merupakan hasil pengumpulan di Posko Satgas Udara Tanggap Darurat di Lanud Soewondo.

"Paket bantuan mencakup sembako, air mineral, mi instan, dan BBM solar untuk mengoperasikan genset portabel. Selain itu, turut diangkut avtur yang dibutuhkan untuk mendukung operasi helikopter di wilayah yang terisolasi akibat rusaknya akses darat akibat tertimbun longsor," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Sudnyana di dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11) kemarin.

Suadnyana juga menyebut agar pendistribusian bantuan dilakukan tepat sasaran maka tim assesment dari Lanud Soewondo, Polonia, ikut diterjunkan langsung ke lokasi terdampak. Tim itu, kata Suadnyana, ikut melakukan peninjauan awal, memetakan kondisi lapangan, serta menentukan prioritas penanganan sesuai dengan kebutuhan paling mendesak.

Tim dari TNI AU juga mengangkut tim medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut untuk membantu kebutuhan medis dari warga yang terdampak. Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution turut hadir dalam penerbangan menuju ke Kota Sibolga.

2. TNI AU kerahkan empat helikopter Caracal H-225M untuk distribusikan bantuan

Pendistribusian langsung bantuan lewat udara bagi warga yang masih terisolir. (www.instagram.com/@bobbynst)

Untuk mendistribusikan bantuan dari Lanud menuju ke titik yang terisolir, pengiriman logistik dilakukan menggunakan helikopter. TNI AU mengerahkan empat helikopter Caracal H-225M pada Sabtu kemarin untuk menyalur bantuan ke sejumlah area terdampak.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Sudnyana menjelaskan, satu helikopter dengan nomor registrasi H-2215 diterbangkan menuju ke Batangtoru, Tapanuli Tengah. Helikopter dengan nomor registrasi HT-7206 mengirimkan bantuan ke Sikilang, Kabupaten Pasaman Barat.

"Dua helikopter lainnya yakni HT-7202 dan HT-7205 ditugaskan mendistribusikan bantuan ke sejumlah titik di Kabupaten Pidie dan Aceh Tengah," kata Suadnyana.

Ia menambahkan, pengerahan helikopter menjadi langkah vital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

3. BNPB akui ada logistik yang direbut oleh warga di Sumut

Situasi warga di Sumatra Utara yang menjarah beberapa minimarket karena keterbatasan logistik yang masuk. (Dokumentasi Istimewa)

Di sisi lain, banjir yang sudah berlangsung nyaris satu pekan membuat warga di Pulau Sumatra mulai putus asa. Sementara, kebutuhan logistik menipis akibat bermukim di wilayah yang terisolir. Itu sebabnya mulai muncul peristiwa penjarahan di beberapa minimarket.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengakui proses distribusi logistik tidak mudah dilakukan di sejumlah titik terdampak bencana banjir Sumatra yang masih terisolir. Sementara, warga tetap butuh makan untuk bertahan hidup.

Itu sebabnya ketika tim satgas gabungan sedang mendistribusikan logistik ke Bandara Pinangsori, Tapanuli Tengah dicegat oleh sekelompok warga. Mereka berusaha merebut logistik karena merasa lapar. Suharyanto memerintahkan agar logistik itu dibagikan saja kepada warga.

"Tentu kami percaya, masyarakat tidak memiliki niat jahat tapi mungkin karena ada yang belum makan selama beberapa hari. Tapi, begitu kami berikan, kebutuhan mereka kami dengar lalu kami beri penjelasan bahwa logistik ini akan datang secara terus menerus. Bukan hanya sekali dua kali," ujar Suharyanto ketika memberikan keterangan pers, Sabtu kemarin.

Pernyataan itu disampaikan oleh Jenderal bintang tiga TNI AD tersebut untuk merespons adanya beberapa peristiwa penjarahan ke minimarket di lokasi bencana yang masih terisolir. Salah satu aksi penjarahan terjadi di Tapanuli Tengah. Momen tersebut direkam oleh warga dan viral di media sosial.

Di sisi lain, dalam proses pendistribusian logistik juga terbatas. Sebab, ada batas kapasitas angkut.

"Apalagi di titik-titik jalur darat yang terputus, maka pendistribusian logistik hanya bisa melalui udara. Itu pun tidak bisa pesawat-pesawat besar yang masuk, hanya pesawat kecil. Maka itu dibatasi dengan kapasitas," tutur dia.

Editorial Team