Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

UPDATE: Korban Meninggal Akibat Banjir Sumatra Bertambah Jadi 303 Jiwa

BNPB, Banjir Sumatra
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto (tengah) ketika memberikan keterangan soal update banjir di Pulau Sumatra. (Tangkapan layar YouTube BNPB)
Intinya sih...
  • Jalur transportasi dari Sibolga ke Tapanuli Tengah masih terputus
  • Jumlah korban meninggal di Aceh dan Sumbar capai 137 jiwa
  • Komunikasi masih andalkan Starlink
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui informasi mengenai kondisi dan situasi pasca-banjir hebat menghantam tiga provinsi di Pulau Sumatra di waktu berdekatan. Berdasarkan data per Sabtu (29/11/2025), total ada 303 korban meninggal dunia di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, Sumut menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi yaitu 166 jiwa. Pada Jumat kemarin, jumlah korban meninggal dunia di Sumut mencapai 116 jiwa.

"Artinya, dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia. Temuan ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas," ujar Suharyanto ketika memberikan keterangan pers pada hari ini.

Angka itu pun bisa bertambah lantaran masih ada 143 jiwa yang hilang. Apalagi dari 25 kabupaten, sebanyak 8 kabupaten di antaranya terdampak banjir hebat.

Jenderal bintang tiga itu turut melaporkan, Kabupaten Tapanuli Tengah masih menjadi area yang terparah yang terdampak bencana di Sumut. Di daerah itu total ada 1.100 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di sebuah gelanggang olahraga.

1. Jalur transportasi dari Sibolga ke Tapanuli Tengah masih terputus

banjir bandang, banjir sumatra
TNI Angkatan Darat (AD) bergerak cepat merespons bencana alam berupa banjir, tanah longsor, dan putusnya jembatan yang melanda wilayah Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Mandailing Natal, Sumatera Utara (dok. Dinas Penerangan TNI AD)

Memasuki hari ketiga bencana banjir Sumut, warga masih belum bisa menjangkau Kota Sibolga lewat jalur darat. Itu sebabnya dikhawatirkan jumlah logistik bagi warga Sibolga tidak akan cukup. Maka, Suharyanto berharap tambahan logistik bisa dikirim lewat jalur laut atau udara.

"Mulai Minggu esok, kami akan mendorong logistik melalui jalur laut karena KRI bantuan dari TNI Angkatan Laut (AL) sudah tiba di Sumatra Utara," kata Suharyanto.

Selain itu, rute jalur darat Sibolga menuju ke Kabupaten Padangsidempuan juga belum bisa dilalui. Hal itu lantaran titik longsor cukup banyak.

"Jalur Sibolga - Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara ke Tapanuli Tengah dan Sibolga juga masih putus," tutur dia.

Sejauh ini, satgas gabungan baru bisa membuka jalur sepanjang 30 kilometer. Sedangkan jalur yang perlu dibuka masih panjang.

"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami targetkan bisa rampung tiga hari," katanya.

Sementara, jalur dari Tapanuli Tengah ke Bandara Pinangsori sudah dapat dilalui lewat rute darat.

2. Jumlah korban meninggal di Aceh dan Sumbar capai 137 jiwa

Kabupaten Agam, Sumatra Barat, banjir sumatra
Kondisi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat usai dihantam banjir dan longsor. (Dokumentasi BNPB)

Jumlah korban meninggal dunia di Aceh dan Sumatra Barat sudah mencapai 137. Sebanyak 47 korban meninggal ditemukan di Aceh. Sebanyak 90 jiwa lainnya ditemukan meninggal di Sumatra Barat.

Angka korban meninggal itu diprediksi akan terus bertambah lantaran jumlah orang yang dilaporkan hilang cukup tinggi. Ada 51 orang yang dilaporkan hilang di Aceh. Sedangkan orang hilang dilaporkan mencapi 85 di Sumbar.

Suharyanto juga memberi caatan terhadap tingginya jumlah pengungsi di Aceh. Angkanya mencapai 48.887 kepala keluarga.

"Hampir seluruh kabupaten atau kota di Aceh ada masyarakat yang terdampak dan menjadi pengungsi," tutur dia.

Sementara, jumlah pengungsi di Sumbar mencapai 11 ribu. Pengungsi paling tinggi ada di Kota Padang. "Di Sumbar tidak ada pengungsian terpusat, karena mereka memilih mengungsi di rumah keluarganya," kata Suharyanto.

3. Komunikasi masih andalkan Starlink

banjir sumatra
TNI Angkatan Darat (AD) bergerak cepat merespons bencana alam berupa banjir, tanah longsor, dan putusnya jembatan yang melanda wilayah Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Mandailing Natal, Sumatera Utara (dok. Dinas Penerangan TNI AD)

Sementara, terkait komunikasi di Tapanuli Tengah dan Sibolga masih sulit. Warga dan pejabat setempat hanya mampu menggunakan komunikasi terbatas dengan Starlink.

"Di sana sudah lebih banyak digelar strategi komunikasi terbatas, Starlink. Starlink sudah lebih banyak didistribusikan ke Tapanuli Tengah dan Sibolga," katanya.

Dengan begitu, masyarakat yang berada di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah secara terbatas sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga yang ada di luar area itu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

UPDATE: Korban Meninggal Akibat Banjir Sumatra Bertambah Jadi 303 Jiwa

29 Nov 2025, 18:40 WIBNews