Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mau Maju Jadi Caketum PBNU? Minimal Punya 99 Suara Peserta Muktamar
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • PBNU menetapkan syarat calon ketua umum harus memiliki minimal 99 dukungan suara peserta muktamar, sesuai aturan Muktamar ke-34 NU di Lampung tahun 2021.
  • Muktamar ke-35 NU akan digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang pada 27–31 Agustus 2026, setelah keputusan resmi PBNU mengakhiri polemik lokasi acara.
  • Forum Muktamar ke-35 NU akan memilih Rais Aam Syuriah dan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 serta menjadi ajang penentuan arah kebijakan organisasi mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) diagendakan digelar pada Agustus 2026. Salah satu agendanya, memilih Calon Ketua Umum (Caketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, ada sejumlah syarat apabila ingin menjadi Caketum PBNU. Apabila merujuk pada aturan Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 2021, Caketum PBNU harus minimal memiliki 99 suara peserta muktamar. Peserta Muktamar itu merupakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

"Belum ditentukan sekarang (persyaratan caketum), nanti pada saat pembahasan tata tertib biasanya dilakukan pembahasan. Biasanya didukung minimal 99 suara atau mungkin juga lebih atau kurang, itu tergantung. Tapi biasanya yang menjadikan standar itu 99 suara," ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).

1. Ada sejumlah nama yang digosipkan bakal maju jadi Caketum PBNU

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Gus Ipul membenarkan ada sejumlah nama yang digosipkan akan maju menjadi Caketum PBNU. Mulai dari Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf hingga Menteri Agama Nasaruddin Umar.

"Yai Zulfa ya kan kalau calon-calon yang sudah disebut-sebut itu Ada Gus Salam Sohib, Ada Gus Yusuf Chudori, ada Kiai Zulfa Mustafa, ada Gus Kikin, ada Gus Yahya sendiri dan Prof Nasaruddin. Jadi tergantung nanti. Saya kira itu adalah kader-kader yang terbaik," kata dia.

2. Muktamar PBNU akan digelar di Jombang

Logo NU (nu.or.id)

PBNU secara resmi menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU 27-31 Agustus 2026. Keputusan ini sekaligus mengakhiri polemik penentuan lokasi muktamar.

Adapun, keputusan tersebut diambil dalam Rapat Harian Syuriah dan Tanfidziyah PBNU yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Penetapan Jombang sebagai lokasi muktamar disambut positif sejumlah tokoh NU.

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) mengaku bersyukur karena forum tertinggi organisasi tersebut kembali digelar di kota kelahiran NU.

"Tentu bersyukur karena kembali ke Jombang dan saya kira sangat layak," ujar Gus Salam.

3. Tentang Muktamar PBNU

Gedung PBNU (nu.or.id)

Muktamar ke-35 NU akan menjadi forum penting untuk memilih Rais Aam Syuriah dan Ketum PBNU periode 2026-2031, dan menentukan arah kebijakan organisasi ke depan. Ribuan peserta dari pengurus wilayah, cabang, badan otonom, hingga tamu dari berbagai daerah diperkirakan akan memadati Jombang selama pelaksanaan muktamar.

PBNU saat ini fokus memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan optimal, termasuk penentuan lokasi dan finalisasi kepanitiaan, agar Muktamar dapat terselenggara sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article