Comscore Tracker

Petugas Rapid Test di Bandara Soetta yang Sempat Viral Jadi Tersangka

Petugas itu diduga melecehkan dan peras seorang penumpang 

Tangerang, IDN Times - Kasus dugaan pelecehan seksual dan pemerasan dengan memanipulasi hasil rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akhirnya menemui titik terang. Terduga pelaku yang merupakan petugas medis yang melakukan rapid test di terminal 3, telah ditetapkan sebagai tersangka.  

"Benar, sudah kita tetapkan tersangka," kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yuriko, Selasa (22/9/2020).

Namun, pelaku yang berinisial E, saat ini belum ditahan lantaran penyelidikan masih berjalan. Kasus ini sendiri mencuat ke publik, setelah korban berinisial LHI menceritakan insiden yang menimpanya di akun Twitter, @listongs.

Baca Juga: Polisi Terbang ke Bali Temui Korban Kasus Pelecehan di Bandara Soetta

1. Tersangka dijerat pasal pemerasan dan penipuan

Petugas Rapid Test di Bandara Soetta yang Sempat Viral Jadi TersangkaKasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander Yuriko (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Alex menuturkan, tersangka E dijerat dengan dua pasal, yakni tentang pemerasan dan penipuan. Sebab, korban dimintai uang senilai Rp1,4 juta--yang bukan merupakan biaya resmi pemeriksaan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta. 

"Kita sementara berpatokan pada apa yang diadukan pengadu, pengadu merasa diperas dan ditipu oleh pelaku E," ujar Alex. 

2. Korban sedang diperiksa petugas P2TP2A

Petugas Rapid Test di Bandara Soetta yang Sempat Viral Jadi TersangkaIlustrasi rapid test di bandara (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Korban LHI saat ini tengah diambil keterangannya oleh petugas Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Hal tersebut dilakukan untuk menambah alat bukti bagi penyidik bahwa dugaan tindakan pidana pelecehan tersebut benar terjadi. 

"Karena proses pelecehan itu dan pidana biasanya jumlah saksi dikit, hanya yang dilecehkan dan melecehkan," ujar Alex. 

Namun, Alex tidak dapat menjelaskan perihal pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas P2TP2A Gianyar, Bali. 

"Alat bukti dugaan pelecehannya kita butuhkan bantuan P2TP2A. Paling tidak, korban beneran merasakan trauma dan merasa syok," tuturnya. 

Baca Juga: Viral Penumpang Alami Pelecehan oleh Petugas Rapid Test di Bandara

3. Tersangka E dimungkinkan dijerat dengan pasal lain

Petugas Rapid Test di Bandara Soetta yang Sempat Viral Jadi TersangkaIDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Alex mengungkapkan, pemeriksaan saat ini masih berjalan. Hal tersebut membuat polisi kemungkinan akan menjerat pelaku dengan pasal lainnya, tergantung alat bukti yang didapatkan. 

"Jika saat proses jalannya penyelidikan kemudian ada sangkaan pasal lain, itu dimungkinkan untuk keadilan. Sementara ini, alat bukti yang ada telah lengkap, yakni pasal penipuan dan pemerasan tersebut," jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, akun Twitter @listongs pada Jumat (18/9/2020), menceritakan tentang dugaan pelecehan seksual dan pemerasan yang dialaminya saat melakukan rapid test di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Postingan itu kemudian menjadi viral di Twitter. 

Akun tersebut menulis bahwa dia mengalami pelecehan yang dilakukan oleh seorang pria yang diduga petugas rapid test pada Minggu, 13 September 2020.

Diceritakannya, pria yang melakukan rapid test itu mengklaim bahwa hasil yang didapatkan adalah reaktif. Namun, oknum petugas tersebut menawarkan untuk mengubah hasil tes tersebut menjadi nonreaktif, asalkan LHI mau membayar sejumlah uang.

Selain diminta sejumlah uang, akun itu juga menulis mendapatkan pelecehan seksual dari oknum petugas rapid test tersebut. 

Baca Juga: Lecehkan Penumpang di Soetta, Oknum Petugas Medis Dilaporkan ke Polisi

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya