Jakarta, IDN Times - Komunikasi selama ini menjadi masalah yang penting dalam proses menjalin hubungan dengan masyarakat adat di Papua Barat. Adanya gap dalam gaya berkomunikasi, membuat kesalahpahaman terjadi dan muncul sederet dinamika, mulai dari skala sosial hingga keamanan.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Eva Achjani Zulfa, bersama dosen Graduate School of Sustainable Development, Solikhah Yulianingtyas, menemukan adanya pola yang berbeda dalam proses komunikasi dalam masyarakat adat di Papua Barat. Tim riset yang berkolaborasi pula bersama Greg Barton dari Deakin University, Australia, menemukan kondisi jika adanya kesalahpahaman dalam komunikasi di berbagai kondisi.
"Keberhasilan kebijakan tidak diukur dari dokumennya, tetapi dari sejauh apa kebijakan itu diterima sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Di Papua, itu berarti kebijakan harus berjalan di atas rel adat," kata Solikhah dalam keterangan yang diterima IDN Times, Minggu (30/11/2025).
