Suasana usai bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang (IDN Times/Uni Lubis)
Tito menegaskan fokus utama penugasan praja IPDN adalah membersihkan dan mengaktifkan kembali kantor-kantor pemerintahan agar roda administrasi dapat berjalan normal.
Setelah kantor pemerintahan kembali berfungsi, para praja akan diarahkan membantu fasilitas lain, mulai dari pertokoan hingga pelayanan pemerintahan desa.
“Nah, kita fokus kepada kantor-kantor dulu. Untuk menghidupkan pemerintahan. Kepala dinasinya biar masuk. Karena kantornya dia mau masuk gimana? Lumpur semua,” ujarnya.
Tito juga mengingatkan para praja untuk mempersiapkan diri menghadapi kondisi lapangan yang masih dipenuhi lumpur dan debu. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan serta tidak merepotkan pemerintah daerah.
“Yang penting saya titip satu, jangan merepotkan pemerintah lokal. Karena pemerintah lokal sudah sulit. Kita datang mau bantu. Bukan membuat mereka tambah sulit,” katanya memberi pesan.
Ia tidak menutup kemungkinan praja IPDN akan digeser ke wilayah lain di Aceh yang juga membutuhkan bantuan.
“Kalau ini dalam waktu dua minggu bisa ditangani dengan baik, geser. Bisa ke Aceh Utara atau Aceh Timur,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Mendagri juga menyampaikan apresiasi kepada Lion Group yang mendukung pengiriman praja IPDN melalui penerbangan khusus sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ia menilai kolaborasi pemerintah dan swasta mencerminkan semangat gotong royong.
“Kita punya konsep yang mungkin negara lain tidak punya. Yaitu konsep gotong royong. Pemerintah dan non-pemerintah bekerja sama-sama ketika mengalami masalah,” ujarnya.