Huntara Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung Awal Januari

- Huntara di Aceh Tamiang disiapkan sebagai tempat tinggal sementara bagi sekitar 80 kepala keluarga. Total kapasitas mencapai kurang lebih 336 orang dalam satu lokasi.
- Pembangunan huntara di Aceh Tamiang dikerjakan oleh Kementerian PU bersama BUMN Karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Menggunakan sistem bangunan modular dengan rangka baja ringan.
- Deputi Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan menyampaikan penilaiannya terhadap pembangunan huntara di Aceh Tamiang. Proses pembangunan berlangsung cepat, dengan kualitas material yang digunakan sudah memadai dan sesuai untuk kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Jakarta, IDN Times - Pembangunan hunian sementara (huntara) di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, ditargetkan rampung pada awal Januari 2026. Sehingga, warga terdampak bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen Kementerian PU mendukung penuh penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami berkomitmen untuk mensuport penuh BNPB," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).
1. Huntara disiapkan untuk 80 KK

Huntara di Aceh Tamiang disiapkan sebagai tempat tinggal sementara bagi sekitar 80 kepala keluarga. Kawasan tersebut terdiri dari tujuh blok hunian modular serta satu blok tambahan yang masing-masing dirancang menampung hingga 12 KK.
Setiap blok dapat dihuni sekitar 48 orang, sehingga total kapasitas kawasan huntara mencapai kurang lebih 336 orang dalam satu lokasi. Seluruh area hunian dilengkapi fasilitas pendukung, mulai dari toilet komunal, instalasi listrik dan pencahayaan, hingga jaringan air bersih serta sanitasi untuk menunjang aktivitas harian warga.
"Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, nantinya juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” ujar Dody.
2. Dibangun dengan sistem modular

Pembangunan huntara di Aceh Tamiang dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU bersama BUMN Karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Pelaksanaannya berlangsung cepat, mulai dari pengerjaan pondasi hingga pemasangan atap hunian modular.
Secara teknis, huntara menggunakan sistem bangunan modular dengan rangka baja ringan yang dirancang kokoh, efisien, dan tetap nyaman untuk ditinggali. Tahapan konstruksi mencakup pekerjaan pondasi, pemasangan rangka dan dinding modular, atap baja ringan, serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).
3. Pembangunan huntara dinilai layak huni

Deputi Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan menyampaikan penilaiannya terhadap pembangunan huntara di Aceh Tamiang. Dia menyebut kualitas material yang digunakan sudah memadai dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, Budi menilai proses pembangunan berlangsung cepat, dengan bangunan yang sudah berdiri dalam waktu sekitar tiga hingga empat hari. Menurut dia, keberadaan huntara diharapkan dapat menjadi alternatif hunian sementara bagi warga yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian.
"Kami berharap huntara ini dapat menarik minat masyarakat untuk pindah dari tenda pengungsian, karena jauh lebih layak dan manusiawi,” kata Budi Irawan.
















