Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mendagri Tito Laporkan 29 Desa di Sumatra Hilang akibat Tersapu Banjir
Potret Udara Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pascaditerjang banjir bandang, Selasa (9/12/2025). Aceh Tamiang diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11/2025). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Intinya sih...

  • Mendagri Tito melaporkan 29 desa di Sumatra hilang akibat banjir dan tanah longsor sejak akhir November 2025.

  • Total korban meninggal dunia akibat banjir di Pulau Sumatra mencapai 1.205 jiwa, dengan 141 warga lainnya masih dilaporkan hilang.

  • Pemerintah telah mengerahkan total 90.109 personel dari berbagai instansi untuk penanggulangan bencana di Pulau Sumatra.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Satuan Tugas Pemulihan Bencana di Pulau Sumatra, Tito Karnavian melaporkan 29 desa di sana hilang tersapu banjir dan tanah longsor sejak akhir November 2025. Desa-desa yang hilang semula berada di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara.

"Jadi, ada 29 desa yang hilang karena terbawa longsor atau terkena banjir. Di Aceh jadi area di mana gampong paling banyak hilang, yakni 21. Sumatra Utara ada delapan desa yang hilang khususnya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah," ujar Tito di rapat evaluasi pemulihan Bencana Sumatra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

"Alhamdulilah di Sumatra Barat tidak ada desa yang hilang," imbuhnya.

Ia meminta bantuan kepada parlemen dan menteri-menteri lainnya untuk menentukan apakah desa yang hilang itu akan dibangun kembali atau dicoret dari data pemerintahan.

"Desa yang sudah hilang itu apakah akan dibangun kembali atau dihilangkan dari administrasi pemerintahan," tutur pria yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri itu.

Ia juga melaporkan, total korban meninggal dunia akibat banjir di Pulau Sumatra hingga hari ini mencapai 1.205 jiwa. Sedangkan, 141 warga lainnya dilaporkan masih hilang.

Meski begitu, Tito menekankan, ketika banjir dan tanah longsor menghantam Pulau Sumatra pada akhir November tahun lalu, pemerintah turun tangan dan mengerahkan semua sumber daya. Bahkan upaya penanggulangan bencana, kata Tito, dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sementara, warga Sumatra sejak awal menuntut agar diberlakukan status bencana nasional yang hingga kini tidak dipenuhi.

"Pemerintah telah mengerahkan 39.216 personel TNI, Polri 7.465 personel, BNPB, Basarnas, Kementerian PU, Kemendagri, Kemendikdasmen, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bahkan ada kadet-kadet dari sejumlah instansi. Total ada 90.109 personel yang dikerahkan mulai dari awal hingga tanggap darurat," tuturnya.

Editorial Team