Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mendiktisaintek: SMA Garuda Tidak Eksklusif, Tapi Hub Sekolah Lain
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia ( Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto . (Dok. Humas UMY)
  • Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan SMA Unggul Garuda bukan sekolah eksklusif, melainkan pusat kolaborasi yang terbuka bagi siswa berbakat dari berbagai sekolah di sekitarnya.
  • Kemdiktisaintek menargetkan 30 sekolah bergabung dalam ekosistem SMA Unggul Garuda pada 2026 untuk membangun jaringan pendidikan unggul dan kolaboratif di seluruh Indonesia.
  • SMA Unggul Garuda menerapkan kurikulum pra-universitas berbasis STEM dengan sistem asrama, mempersiapkan lulusan agar mampu bersaing di perguruan tinggi top dunia hingga 2029.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan program SMA Unggul Garuda, baik yang merupakan sekolah baru maupun hasil transformasi, tidak dirancang untuk menciptakan pendidikan yang bersifat eksklusif atau hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu tetapi sebagai hub sekolah lain.

"Kami menyatakan dan mengingatkan bahwa terpilihnya sekolah (menjadi SMA Unggul Garuda) bukan berarti menjadi eksklusif, bukan menjadikan kita kemudian terpisah dengan ekosistem SMA-SMA lainnya, bukan," ujar Menteri Brian dalam acara Launching dan Sosialisasi Pemilihan SMA Unggul Garuda Transformasi 2026 di Jakarta dikutip ANTARA Kamis (26/3/2026).

1. Sekolah Garuda difungsikan sejadi hub, siswa lain dapat ikuti program

SMAN Banua Kalsel Bilingual Boarding School (BBS) resmi bertransformasi menjadi Sekolah Garuda. (Dok/istimewa)

Lebih jauh, Brian mengatakan setiap sekolah atau madrasah yang ditetapkan sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi difungsikan sebagai hub, atau pusat keunggulan, bagi lingkungan sekitarnya. Konsep ini dirancang agar sekolah tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian integral dari ekosistem pendidikan yang lebih luas.

Dengan statusnya sebagai hub, sekolah ini diharapkan dapat memberikan imbas atau dampak positif kepada sekolah-sekolah lain. Program yang ada di dalamnya pun diharapkan dapat diikuti oleh siswa berbakat dari luar sekolah yang tertarik.

"Kalau ada anak-anak yang berbakat, anak-anak yang tertarik, meskipun tidak sekolah di sana, diharapkan bisa juga terimbas atau mengikuti program-program yang ada di sekolah tersebut," jelas Brian.

2. Target dan pengembangan ekosistem kolaboratif

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia ( Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto . (IDN Times/Daruwaskita)

Pada tahun 2026 ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menargetkan setidaknya 30 sekolah terbaik di Indonesia dapat bergabung ke dalam ekosistem SMA Unggul Garuda. Target ini merupakan langkah awal untuk membangun jaringan sekolah unggul yang tersebar di berbagai wilayah.

Brian menyatakan harapannya agar SMA dan MA terbaik di Indonesia dapat menjadi bagian dari ekosistem ini. Ia menambahkan ekosistem tersebut diharapkan tumbuh dalam lingkungan kolaboratif, dengan tujuan akhir menghasilkan lebih banyak talenta unggul yang memiliki daya saing global.

3. Kurikulum dan target lulusan untuk jenjang global

ilustrasi siswa SMA (pexels.com/Airlangga Jati)

Diketahui, SMA Unggul Garuda merupakan sekolah yang menerapkan tambahan penguatan kurikulum pra-universitas dengan sistem asrama setara jenjang SMA. Program ini mengutamakan pendekatan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) untuk membekali siswa dengan fondasi akademik yang kuat.

Program ini merupakan realisasi dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk membawa anak Indonesia dari berbagai pelosok negeri menuju kampus-kampus terbaik dunia. Para lulusannya dipersiapkan agar mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi top dunia, baik di dalam maupun luar negeri, dengan target pemerintah hingga 2029 nanti terdapat setidaknya 80 SMA Unggul Garuda Transformasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Editorial Team