Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Empat SMA Garuda Dibangun, Biayanya Rp200 M per Sekolah

Ngopi Bareng Kemdiktisaintek Rabu (18/2/2026).
Ngopi Bareng Kemdiktisaintek Rabu (18/2/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya sih...
  • Pemerintah mengalokasikan dana besar untuk membangun empat SMA Unggul Garuda Baru, dengan biaya pembangunan hingga Rp200 miliar per sekolah.
  • Keempat sekolah ini akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 di Belitung Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara.
  • SMA Unggul Garuda Baru dirancang sebagai sekolah berasrama dengan standar pendidikan tinggi yang menekankan penguatan STEM dan karakter siswa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menyiapkan anggaran besar untuk merealisasikan program SMA Unggul Garuda Baru. Setiap sekolah diperkirakan menelan biaya pembangunan hingga Rp200 miliar. Pada tahap awal, empat sekolah akan dibangun dan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendikti Saintek, Ardi Findyartini, mengatakan angka tersebut merupakan asumsi rata-rata untuk pembangunan satu sekolah.

"Biaya pembangunan per sekolah sebetulnya bervariasi karena ternyata masing-masing lokasi ini juga ada beberapa faktor tertentu, ada faktor demografi dan seterusnya sehingga ada kisaran sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunannya saja," kata dia di kantor Kemendikti Saintek, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Ardi menegaskan, angka Rp200 miliar itu baru mencakup pembangunan fisik. Biaya operasional seperti fasilitas pendidikan, gaji guru, dan tenaga kependidikan belum termasuk di dalamnya.

Karena itu, pemerintah menyiapkan skema pendanaan jangka panjang melalui dana abadi pendidikan.

"Sudah diperhitungkan sampai tahun 2029 nanti, pula kami juga memikirkan beyond itu melalui skema Dana Abadi," katanya.

1. Bakal ada empat lokasi SMA Unggul Garuda Baru 2026 yang jadi percontohan

Ngopi Bareng Kemdiktisaintek Rabu (18/2/2026).
Ngopi Bareng Kemdiktisaintek Rabu (18/2/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Pada tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai Juni mendatang, pemerintah akan membuka empat SMA Unggul Garuda Baru. Lokasinya tersebar di Belitung Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara.

Keempat sekolah ini menjadi proyek percontohan sebelum diperluas secara nasional. Pemerintah menargetkan hingga 2029 akan berdiri 20 SMA Unggul Garuda Baru di berbagai daerah di Indonesia.

Setiap sekolah dibangun di atas lahan sekitar 20 hektare. Pemerintah pusat menggandeng pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan dan kesesuaian lokasi.

2. Akan pakai kurikulum global dan penguatan STEM

IMG_2156.jpeg
Wamen Stella kunjungi lokasi calon sekolah garuda di Mempawah. (IDN Times/Istimewa).

Program SMA Unggul Garuda Baru dirancang sebagai sekolah berasrama dengan standar pendidikan tinggi. Kurikulum yang digunakan mengacu pada Kurikulum Nasional yang diperkuat kurikulum global dan penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Mata pelajaran seperti Matematika dan Fisika yang umumnya diberikan 4–6 jam per minggu akan mendapatkan porsi lebih besar. Pendekatan ini diharapkan mendorong lahirnya talenta unggul di bidang sains dan teknologi.

Penguatan karakter juga menjadi fokus utama. Pembinaan dilakukan melalui sistem kepemimpinan di lingkungan sekolah berasrama.

Seluruh siswa mendapatkan beasiswa penuh. Pembiayaan mencakup biaya pendidikan dan kebutuhan hidup selama menempuh studi. Pada tahun pertama operasional, 100 persen siswa di empat sekolah tersebut akan menerima beasiswa.

Sekolah juga memberikan fasilitasi bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

3. Jadwal PPDB SMA Unggul Garuda Baru 2026

IMG-20251015-WA0087.jpg
Bupati Lotim, Haerul Warisin saat mengunjungi lokasi pembangunan sekolah garuda (IDN Times/Istimewa)

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Baru 2026 dibuka mulai 5 Februari 2026. Proses seleksi dirancang adil, terbuka, adaptif, profesional, dan berorientasi pada siswa potensial.

Seleksi dilakukan secara ketat namun tetap inklusif. Prinsip yang dipegang meliputi objektivitas, transparansi, akuntabilitas, non-diskriminatif, serta keberpihakan afirmatif.

Afirmasi diberikan dalam dua skema. Pertama, kesempatan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Kedua, kesempatan bagi siswa terbaik di wilayah sekitar lokasi sekolah, dengan tetap memenuhi syarat akademik.

Tahapan seleksi meliputi administrasi, tes potensi akademik, tes mata pelajaran, wawancara kelompok, hingga pemeriksaan kesehatan. Pengumuman akhir dijadwalkan pada 30 April 2026. Masa orientasi akan dimulai pada pekan ketiga Mei 2026.

Peserta merupakan Warga Negara Indonesia, siswa kelas 9 semester genap, dan berusia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

MKMK Sebut Tak Ada Intervensi Saat Tangani Perkara, Termasuk Hakim MK

18 Feb 2026, 16:49 WIBNews