Jakarta, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mengingatkan kepada 261 pegawai negeri sipil (PNS) hasil mutasi ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), untuk tidak bermain-main dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, tidak ada ruang untuk perilaku korupsi, pelanggaran, maupun tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.
Menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu mengatakan, penyelenggaraan haji merupakan amanah yang harus dijalankan secara serius, karena berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan ibadah.
“Kita tidak main-main dengan haji. Kita mendapatkan amanah untuk mengelola penyelenggaraan haji, terlebih ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan ibadah,” kata Irfan dalam kegiatan Entry Program di Bogor, Senin, 20 Juli 2026.