Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemenhaj Umumkan Daftar Haji 2027, ASN Diminta Dekati Jemaah

Kemenhaj Umumkan Daftar Haji 2027, ASN Diminta Dekati Jemaah
Ilustrasi jemaah haji Indonesia (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kemenhaj umumkan daftar jemaah haji 2027 yang kini diverifikasi di tingkat daerah untuk memastikan persiapan ibadah berjalan tertib dan matang.
  • Wamen Haji Dahnil Anzar minta seluruh ASN Kemenhaj membangun kedekatan dan komunikasi intens dengan jemaah sejak dini agar pelayanan lebih humanis.
  • Penyelenggaraan haji 2027 mengusung konsep Tri Sukses: Sukses Ritual, Sukses Ekonomi, serta Sukses Peradaban dan Keadaban sebagai wujud transformasi nilai dalam ibadah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mengumumkan daftar jemaah haji yang masuk daftar tunggu (waiting list) dan akan berangkat pada musim haji 1448 H atau 2027. 

Daftar tersebut kini sedang dalam tahap verifikasi di tingkat kabupaten/kota untuk mempercepat, sekaligus mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih tertib dan berkualitas. 

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan daftar jemaah yang akan berangkat maupun yang masih masuk waiting list pada 2027 sudah diumumkan. 

“Ini jemaah sudah kita umumkan. Sudah diumumkan semua, Bu. Yang waiting list yang akan berangkat 2027 kita umumkan,” kata Danhil saat memberikan sambutan di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Senin (20/7/2026).

1. ASN diminta bangun kedekatan dan komunikasi dengan jemaah sejak dini

Kemenhaj Umumkan Daftar Haji 2027, ASN Diminta Dekati Jemaah
Pembinaan dan Pengarahan Persiapan Operasional Haji 1448 H/ 2027 M DI Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh, Jawa Timur, Senin, (20/7/2026). (Dok. Kemenhaj)

Dahnil menjelaskan, pengumuman daftar nama jemaah haji 2027 sengaja dilakukan jauh-jauh hari, agar memberikan waktu yang cukup bagi jemaah maupun tim internal Kemenhaj untuk mempersiapkan segala aspek secara matang, tertib, dan tanpa tergesa-gesa.

Dahnil juga menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenhaj, mulai dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil), petugas haji, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji, agar membangun kedekatan dan komunikasi yang intens dengan jemaah sejak dini. 

“Pertama yang harus dipersiapkan itu adalah bapak dan ibu semuanya itu harus punya engagement yang kuat dengan jemaah. Itu yang ingin kita bangun. Mulai dari ASN, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil), nanti petugas haji, semua yang mengurus haji itu harus punya engagement yang kuat dengan jemaah,” jelas Dahnil.

2. Kemenhaj bukan sekadar penyelenggara haji

Kemenhaj Umumkan Daftar Haji 2027, ASN Diminta Dekati Jemaah
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan arahan dalam agenda Pembinaan dan Pengarahan Persiapan Operasional Haji 1448 H/2027 M Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah, Jawa Timur. (Dok. Kemenhaj)

Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan, kedekatan yang dimaksud dalam istilah agama dikenal sebagai ta’liful qulub atau tautan hati. Menurut dia, hal itu merupakan jalinan silaturahmi yang melahirkan ikatan hati yang mendalam antara petugas dan jemaah haji. 

Karena itu, Dahnil mengingatkan, Kemenhaj bukan sekadar bertindak sebagai agensi perjalanan atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang hanya mengumpulkan orang dan memberangkatkan jemaah. 

Menurut Dahnil, Kemenhaj merupakan institusi yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto untuk membina, mengawal, dan memastikan transformasi nilai-nilai selama proses ibadah haji berlangsung.

3. Penyelenggaraan haji usung konsep Tri Sukses

Kemenhaj Umumkan Daftar Haji 2027, ASN Diminta Dekati Jemaah
Pembinaan dan Pengarahan Persiapan Operasional Haji 1448 H/ 2027 M DI Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh, Jawa Timur, Senin (20/7/2026). (Dok. Kemenhaj)

Dahnil mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga harus menghasilkan transformasi nilai, mulai dari nilai kebangsaan, moral, hingga peradaban.

“Bukan sekadar terkait dengan penyelenggaraannya saja, tapi dia harus punya transformasi nilai. Nilai kebangsaan, nilai moral, nilai peradaban, nilai keadaban, yang kemudian kita rumuskan melalui ‘Tri Sukses’ itu: Sukses Ritual, Sukses Ekonomi, dan Sukses Peradaban dan Keadaban,” terang Dahnil. 

Dalam kesempatan itu, Dahnil turut meminta jajaran Kanwil Kemenhaj Jawa Timur segera mengimplementasikan koordinasi di lapangan tanpa menunda waktu. 

“Segera, pak. Dekati dan mulai bangun komunikasi dengan jemaah,” pungkas dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More