Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pengukuhan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026.
Pengukuhan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Intinya sih...

  • Petugas haji diminta profesional layani jemaah

  • Dalam melayani jemaah, harus menjunjung etika

  • Petugas haji harus meminta restu kepada keluarga sebelum berangkat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf secara resmi menutup rangkaian Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026. Kegiatan penutupan sekaligus pengukuhan berlangsung di Lapangan Galaxy Makoops Udara I, Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (30/1/2026).

Dalam sambutannya, Irfan menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh peserta. Irfan mengatakan, Indonesia tercatat sebagai negara pengirim jemaah haji dengan kuota terbesar di dunia setiap tahunnya. Fakta ini menuntut kesiapan serta tata kelola manajemen yang tertib.

Kualitas petugas yang mumpuni dan dapat diandalkan menjadi kebutuhan mutlak demi kelancaran seluruh rangkaian ibadah para tamu Allah.

"Saudara-saudara adalah wajah negara di hadapan jemaah. Saudara-saudara adalah wajah negara di hadapan dunia. Kehadiran saudara tidak hanya dilihat dari pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga dari sikap, keteguhan, dan kepekaan dalam melayani," ujar Irfan di Jakarta.

1. Petugas haji diminta profesional layani jemaah

Pengukuhan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Petugas haji akan menghadapi aktivitas yang padat serta perbedaan latar belakang jemaah di tengah tantangan fisik maupun emosional. Situasi tersebut menuntut seluruh personel tetap tenang, sigap, dan bertanggung jawab.

Kemampuan teknis semata tidak cukup tanpa integritas tinggi serta kesadaran akan dampak setiap tindakan terhadap keselamatan jemaah.

Irfan menekankan disiplin sebagai fondasi utama dalam operasional penyelenggaraan haji. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap regulasi, pelaksanaan peran sesuai kewenangan, serta ketepatan waktu. Tanpa kedisiplinan yang kuat, sistem pelayanan terbaik sekalipun akan sulit berjalan efektif dan berpotensi kehilangan arah.

2. Dalam melayani jemaah, harus menjunjung etika

Pengukuhan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Etika pelayanan harus menjadi pegangan utama setiap petugas selama berada di Arab Saudi. Melayani jemaah berarti menjaga martabat manusia sekaligus menghadirkan peran negara secara nyata saat jemaah membutuhkan bantuan.

"Setiap bantuan yang diberikan, setiap masalah yang diselesaikan, dan setiap kesabaran yang Anda tunjukkan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan tanggung jawab keagamaan," ucap dia.3. Petugas haji harus meminta restu kepada keluarga sebelum berangkat

Keberhasilan tugas di Tanah Suci tidak hanya bergantung pada persiapan teknis, melainkan juga kekuatan batin. Dukungan dan restu keluarga menjadi sumber kekuatan tak ternilai yang tidak boleh diabaikan.

Irfan menyarankan petugas untuk memohon doa rida keluarga sebelum berangkat agar beban tugas terasa lebih ringan dan tenang. Seluruh peserta diminta menjadikan momen pembekalan ini sebagai ruang belajar serta sarana perbaikan diri.

PPIH 2026 menjalani masa karantina di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta selama 20 hari. Setelah itu, mereka akan menjalani pelatihan secara online untuk pembelajaran bahasa Arab dasar.

3. Petugas haji harus meminta restu kepada keluarga sebelum berangkat

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Keberhasilan tugas di Tanah Suci tidak hanya bergantung pada persiapan teknis, melainkan juga kekuatan batin. Dukungan dan restu keluarga menjadi sumber kekuatan tak ternilai yang tidak boleh diabaikan.

Irfan menyarankan petugas untuk memohon doa rida keluarga sebelum berangkat agar beban tugas terasa lebih ringan dan tenang. Seluruh peserta diminta menjadikan momen pembekalan ini sebagai ruang belajar serta sarana perbaikan diri.

Editorial Team