Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menhut Raja Juli Cabut 2 PBPH usai Kematian Dua Gajah di Bengkulu
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan Presiden Prabowo akan terbitkan inpres penyelamatan gajah Sumatra dan Kalimantan. (Dok. Kemenhut).
  • Menhut Raja Juli Antoni mencabut izin PBPH PT API dan PT BAT setelah evaluasi menemukan pelanggaran seperti illegal logging dan sawit ilegal yang berujung pada kematian dua gajah di Bengkulu.
  • Pemerintah menyiapkan instruksi presiden untuk penyelamatan populasi gajah Sumatra dan Kalimantan, menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga habitat satwa terancam punah tersebut.
  • Presiden Prabowo juga akan membentuk Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional guna mencari skema pendanaan berkelanjutan agar pengelolaan taman nasional lebih optimal dan bermanfaat bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dua gajah mati di Bengkulu, lalu Pak Menteri Raja Juli marah dan cabut izin dua perusahaan yang tak jaga hutan. Katanya ada penebangan dan sawit ilegal di sana. Sekarang gajahnya sedang diperiksa di lab untuk tahu kenapa mati. Pak Prabowo juga mau buat aturan baru supaya gajah di Sumatra dan Kalimantan bisa selamat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mencabut dua Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), imbas kematian dua ekor gajah di kawasan Seblat, Bengkulu.

Adapun, PBPH tersebut diketahui milik PT Anugerah Pratama Inspirasi (API) dan PT BAT (Bentara Alam Timber). Keputusan tersebut disampaikan Menhut, setelah melakukan evaluasi terhadap aktivitas kedua perusahaan.

Menurut Raja Juli, pemerintah sebelumnya telah memberikan kewajiban kepada perusahaan, untuk melakukan restorasi ekosistem, namun kewajiban tersebut tidak dijalankan secara optimal.

“Khusus untuk tragedi terakhir yang dua ekor gajah meninggal di Bengkulu, kami sudah bertemu dengan teman-teman aktivis gajah dan influencer. Pak Wamen jauh-jauh hari sudah datang ke Seblat, saya pribadi juga sudah menginjakkan kaki ke sana. Kita ambil keputusan dua perusahaan, PT BAT (Bentara Alam Timber) dan PT API, untuk melakukan kewajiban restorasi ekosistem, dievaluasi ternyata tidak dilakukan,” ujar Raja Juli, di Kantor Kemenhut, Kamis (7/5/2026).

1. Dua perusahaan terlibat illegal logging

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan Presiden Prabowo akan terbitkan inpres penyelamatan gajah Sumatra dan Kalimantan. (Dok. Kemenhut).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI itu mengatakan, pemerintah menemukan berbagai pelanggaran lain di kawasan konsesi perusahaan tersebut. Pelanggaran antara lain indikasi illegal logging hingga penanaman sawit ilegal di kawasan yang seharusnya direstorasi.

“Ditemukan ada dua ekor gajah yang meninggal. Oleh karena itu saya akan mencabut PBPH PT API dan PT BAT Sekaligus saya sudah perintahkan kepada Gakkum agar indikasi pidana yang ada diteruskan, jadi tidak hanya sampai administratif pencabutan namun juga sampai ke pidana,” kata Raja Juli.

Adapun, penyebab pasti kematian dua gajah tersebut, Raja Juli menjelaskan, masih dalam proses nekropsi (necropsy) di sebuah laboratorium di Bogor, sebelum diumumkan secara resmi kepada publik. Namun, ia memastikan, dua perusahaan tersebut tidak menjalankan tata guna atau governance yang semestinya dilakukan, termasuk di dalamnya ada illegal logging dan penanaman sawit ilegal.

“Dalam konteks itu sekarang sedang necropsy, dicari penyebabnya apa. Sekarang sudah di lab di Bogor, nanti akan kita umumkan apa penyebabnya. Sudah mulai kita kuasai dengan mencabut kembali sawit-sawit yang ditanam, namun proses kewajiban mereka untuk melakukan restorasi tidak dijawabkan, maka saya perintahkan untuk dicabut,” kata dia.

2. Prabowo segera teken Inpres Penyelamatan Gajah Sumatra dan Kalimantan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan Presiden Prabowo akan terbitkan inpres penyelamatan gajah Sumatra dan Kalimantan. (Dok. Kemenhut).

Lebih jauh, Raja Juli juga mengatakan pemerintah segera menerbitkan instruksi presiden terkait penyelamatan populasi dan habitat gajah Sumatra dan Kalimantan. Hal ini membuktikan keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam menangani dan menyelamatkan gajah.

Selain itu, upaya lain yakni dengan menyatukan kantong-kantong gajah, hingga penyelesaian permanen yang dilakukan Prabowo terkait masalah di Taman Nasional WayKambas dengan pembangunan pembatas (barrier).

Selain itu, pemerintah juga turut mendengar dan melibatkan masyarakat seperti aktivis gajah dan influencer dalam menjaga habitat gajah.

“Dengan inpres ini, ini menunjukkan komitmen yang sangat kuat dari Pak Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan populasi gajah Sumatera dan Kalimantan terutama sekarang sedang masuk fase terancam punah,” kata dia.

3. Prabowo akan bentuk Satgas Pembiayaan Taman Nasional

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan Presiden Prabowo akan terbitkan inpres penyelamatan gajah Sumatra dan Kalimantan. (Dok. Kemenhut).

Sebelumnya, Menhut Raja Juli mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan Keputusan Presiden (Keppres), untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional.

Menurut Menhut, satgas ini akan mencari skema pendanaan berkelanjutan agar pengelolaan taman nasional dapat lebih optimal, dan memberikan manfaat bagi pelestarian alam serta kesejahteraan masyarakat.

“Satgas ini nanti akan diketuai oleh Pak Hashim Djojohadikusumo, kemudian saya menjadi wakil beserta wakil yang lainnya adalah Bu Maria Elka Pengestu. Kita akan mencari pendanaan yang inovatif yang sustain, termasuk melibatkan private sector, agar sekali lagi, taman nasional kita menjadi taman nasional yang berkelas dunia," kata Raja Juli.

Editorial Team