Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menurutnya, jika ditarik ke konteks politik, kondisi Teddy tersebut memiliki nilai strategis tersendiri ke depannya. “Orang mungkin enggak hafal tugas dia apa, tapi sudah tahu siapa dia, tahu bahwa dia sering muncul di momen yang berat, yang simbolik, yang emosional. Di politik, itu nilainya besar, soalnya kadang yang paling berpengaruh justru bukan yang paling banyak bicara, tapi yang sering hadir," kata dia.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini juga menyoroti gaya Teddy yang dinilai mampu membaca ritme dalam berinteraksi dengan publik, termasuk kapan perlu turun langsung ke lapangan dan kapan cukup menunjukkan kehadiran secara sederhana. “Teddy juga kelihatan paham ritme kapan harus turun langsung ke lapangan, kapan cukup berdiri diam mendengarkan, kapan tampil sederhana tapi tetap jadi salah satu pusat perhatian publik," jelasnya.
Hensa menambahkan, kedekatan figur dengan masyarakat sering kali terbentuk dari kesan kehadiran langsung di lapangan, bukan dengan pidato yang panjang.
“Perlu diingat, publik Indonesia mudah dekat dengan figur yang kelihatan ikut capek, datang ke daerah jauh, jalan tanpa protokol berlebihan, ketemu warga tanpa banyak gimmick, di era media sosial ini efektif karena saat ini visual sering lebih kuat daripada penjelasan panjang," kata Hensa.
Meski demikian, ia mengingatkan, meningkatnya keterkenalan merupakan fase yang sensitif. Ia berpendapat, eksposur yang konsisten dapat memunculkan pertanyaan publik mengenai arah peran seseorang di masa depan.
“Ketika seseorang belum punya agenda politik apa-apa tapi sudah sangat recognizable, orang akan mulai bertanya sendiri, 'Ini orang sebenarnya sedang dipersiapkan jadi apa?' dan pertanyaan seperti itu biasanya muncul bukan karena pencitraan yang berlebihan, tapi karena eksposurnya konsisten," ujar Hensa.
Ia pun menekankan agar momentum tersebut dijaga secara natural tanpa terkesan berlebihan dalam membangun citra. “Kalau momentumnya dijaga natural, popularitas seperti ini biasanya malah lebih kuat," kata Hensa.