Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menilik Lonjakan Popularitas Seskab Teddy, Punya Faktor Strategis?
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Seskab Teddy Indra Wijaya menarik perhatian publik lewat aktivitasnya di media sosial, dengan jutaan pengikut di berbagai platform dan unggahan yang menampilkan kegiatan resmi hingga momen keseharian.
  • Popularitas Teddy meningkat pesat hingga ke wilayah terluar Indonesia, terlihat dari sambutan antusias masyarakat saat mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan kerja ke Pulau Miangas.
  • Pengamat menilai eksposur konsisten Teddy memiliki nilai strategis politik karena kehadirannya di momen simbolik memperkuat kedekatan dengan publik, meski perlu dijaga agar tetap natural tanpa pencitraan berlebihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Teddy itu orang yang kerja sama Pak Prabowo. Sekarang dia terkenal banget di media sosial, banyak yang ikutin dia di Instagram dan TikTok. Dia sering ikut Pak Prabowo ke acara-acara dan jalan-jalan kerja. Waktu ulang tahunnya, banyak orang kirim bunga buat dia. Katanya, sekarang Teddy makin dikenal banyak orang di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Peningkatan popularitas Seskab Teddy Indra Wijaya menunjukkan adanya kepercayaan dan ketertarikan publik terhadap figur yang dinilai mampu hadir secara konsisten di berbagai momen penting kenegaraan. Dukungan luas dari beragam kalangan, mulai pejabat hingga masyarakat daerah terpencil, mencerminkan apresiasi terhadap gaya kepemimpinan yang sederhana namun komunikatif, sekaligus bernilai strategis dalam konteks politik nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Popularitas Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di media sosial terus menjadi sorotan publik. Sosok yang berada di ring satu Presiden Prabowo Subianto itu kerap mencuri perhatian publik.

Seskab Teddy sedianya bukan orang baru di lingkungan ring satu Kepala Negara. Saat itu, Teddy yang masih berpangkat mayor ditunjuk menjadi ajudan Prabowo sebagai Menhan, setelah sebelumnya menjabat sebagai Asisten Ajudan Presiden Jokowi. Sejak saat itu, Teddy mulai terlihat hadir di berbagai kegiatan Prabowo sebagai Menhan.

1. Popularitas Teddy di media sosial

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, meninjau kesiapan Sekolah Rakyat di Kampus Lembaga Administrasi Negara (LAN) (Instagram/@sekretariat.kabinet)

Tingginya perhatian publik terhadap Seskab Teddy terlihat dari aktivitas dan pertumbuhan pengikut pada akun media sosial resminya.

Akun Instagram pribadinya, @tedsky.89, tercatat telah diikuti sebanyak 44,2 ribu pengikut dan terus mengalami peningkatan seiring intensitas kemunculannya dalam berbagai agenda kenegaraan.

Selain akun resmi pribadinya, akun Teddy Indra Wijaya HQ yang dikelola Tim Digital Sekretariat Kabinet Republik Indonesia juga diikuti 214 ribu pengikut, meskipun pembuatan akun tersebut tergolong baru.

Di media sosial, Teddy kerap membagikan dokumentasi kegiatan resmi bersama Presiden Prabowo, kunjungan kerja, hingga momen keseharian yang menarik perhatian warganet.

Selain Instagram, nama Teddy juga kerap menjadi perbincangan di berbagai platform digital lain seperti TikTok dan X (dulu Twitter). Adapun, akun TikTok Teddy (@teddyindra.89) juga diganderungi penggemarnya dengan jumlah pengikut mencapai 621 ribu. Sedangkan akun yang dikelola tim digitalnya, @teddy_hq juga tak kalah terkenal dengan jumlah pengikut sebanyak 340,3 ribu pengikut.

Tak hanya di media sosial, keberadaan Teddy di ring satu Kepala Negara juga menjadi magnet tersendiri. Hal itu dapat dilihat ketika Teddy merayakan ulang tahun ke-37. Kantor Sekretariat Kabinet, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Jumat (17/4/2026) dipenuhi karangan bunga berwarna-warni masih tampak berjajar rapi, memenuhi area trotoar.

Karangan bunga yang dikirimkan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat negara, purnawirawan TNI, hingga pelaku dunia usaha. Di antara barisan karangan bunga tersebut, tampak kiriman dari tokoh senior militer sekaligus mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) HM Hendropriyono. Nama Hendropriyono tertulis jelas di salah satu papan bunga yang diletakkan di posisi strategis. Menariknya, kiriman bunga tidak hanya datang dari lingkaran birokrasi dan militer. Sejumlah entitas bisnis besar juga turut mengirimkan ucapan serupa. Terlihat karangan bunga atas nama Pantai Indah Kapuk (PIK) serta Agung Sedayu Group.

2. Popularitas Teddy terus menanjak

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Pengamat politik Hendri Satrio mengaku kaget dengan popularitas Seskab Teddy kian populer di mata publik, bahkan hingga ke wilayah terluar Indonesia. Hal ini terlihat saat Teddy mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Pulau Miangas, ketika namanya disambut sorak antusias warga.

"Melihat ia disambut ramai seperti itu, saya kaget juga melihat popularitas Teddy yang menanjak," ujar Hensa kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).

Ia menyebut, fenomena tersebut menunjukkan bahwa Teddy tidak lagi sekadar dikenal sebagai orang dekat presiden, melainkan mulai tumbuh sebagai figur publik dengan daya tarik nasional.

“Terlihat dari kunjungan ke pulau terluar Indonesia saja, Teddy Indra Wijaya sekarang mulai dikenal publik bukan sekadar sebagai orang dekatnya pak Prabowo, ia sekarang tumbuh sebagai salah satu figur populer nasional," kata Hensa.

Ia menjelaskan, pengenalan publik terhadap Teddy tidak selalu berkaitan dengan pemahaman terhadap tugas jabatannya, melainkan lebih pada konsistensi kemunculannya di berbagai momen penting.

3. Seskab Teddy punya nilai strategis

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Menurutnya, jika ditarik ke konteks politik, kondisi Teddy tersebut memiliki nilai strategis tersendiri ke depannya. “Orang mungkin enggak hafal tugas dia apa, tapi sudah tahu siapa dia, tahu bahwa dia sering muncul di momen yang berat, yang simbolik, yang emosional. Di politik, itu nilainya besar, soalnya kadang yang paling berpengaruh justru bukan yang paling banyak bicara, tapi yang sering hadir," kata dia.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini juga menyoroti gaya Teddy yang dinilai mampu membaca ritme dalam berinteraksi dengan publik, termasuk kapan perlu turun langsung ke lapangan dan kapan cukup menunjukkan kehadiran secara sederhana. “Teddy juga kelihatan paham ritme kapan harus turun langsung ke lapangan, kapan cukup berdiri diam mendengarkan, kapan tampil sederhana tapi tetap jadi salah satu pusat perhatian publik," jelasnya.

Hensa menambahkan, kedekatan figur dengan masyarakat sering kali terbentuk dari kesan kehadiran langsung di lapangan, bukan dengan pidato yang panjang.

“Perlu diingat, publik Indonesia mudah dekat dengan figur yang kelihatan ikut capek, datang ke daerah jauh, jalan tanpa protokol berlebihan, ketemu warga tanpa banyak gimmick, di era media sosial ini efektif karena saat ini visual sering lebih kuat daripada penjelasan panjang," kata Hensa.

Meski demikian, ia mengingatkan, meningkatnya keterkenalan merupakan fase yang sensitif. Ia berpendapat, eksposur yang konsisten dapat memunculkan pertanyaan publik mengenai arah peran seseorang di masa depan.

“Ketika seseorang belum punya agenda politik apa-apa tapi sudah sangat recognizable, orang akan mulai bertanya sendiri, 'Ini orang sebenarnya sedang dipersiapkan jadi apa?' dan pertanyaan seperti itu biasanya muncul bukan karena pencitraan yang berlebihan, tapi karena eksposurnya konsisten," ujar Hensa.

Ia pun menekankan agar momentum tersebut dijaga secara natural tanpa terkesan berlebihan dalam membangun citra. “Kalau momentumnya dijaga natural, popularitas seperti ini biasanya malah lebih kuat," kata Hensa.

Editorial Team